Sabtu, Agustus 20, 2022
BerandaBerita BisnisManajemen Keuangan Keluarga dan Manfaatnya untuk Masa Depan

Manajemen Keuangan Keluarga dan Manfaatnya untuk Masa Depan

Manfaat manajemen keuangan keluarga sering disepelekan banyak orang karena dianggap sebagai hal yang kurang penting. Padahal, tanpa manajemen keuangan yang baik kebutuhan keluarga akan selalu kekurangan meski gajinya besar.

Tak sedikit orang yang mengeluh bahwa gaji yang baru saja diterima seolah hilang tidak berbekas. Jangankan untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir bulan, tak jarang kita harus mencari pinjaman untuk menutup kekurangan.

Sejumlah pegawai kantoran, termasuk para aparatur sipil negara (ASN) tak jarang yang mengalami kesulitan keuangan, khususnya pada sepertiga bulan terakhir. Gaji yang diterimanya habis hanya sebelum waktu gajian tiba.

Pentingnya Menerapkan Manajemen Keuangan Keluarga

Menerapkan manajemen keuangan keluarga tak hanya mengalokasikan dana yang ada untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Anda juga perlu membuat skala prioritas terhadap barang yang ingin dibelinya.

Mengelola keuangan keluarga juga penting agar Anda bisa membuat perencanaan jangka panjang sesuai dengan tujuan yang ingin Anda raih. Apalagi jika nantinya anak-anak sudah lahir tentunya kebutuhan akan meningkat.

Untuk mengelola keuangan agar lebih optimal penggunaannya Anda juga perlu melakukan sejumlah langkah penting. Berikut ini beberapa langkah yang sebaiknya diperhatikan dalam memanej keuangan keluarga.

1. Sisihkan untuk Menabung

Kebiasaan menabung sangat penting untuk menjaga keuangan keluarga Anda tetap aman. Cara ini bisa Anda lakukan sebelum uang gaji yang baru diterima digunakan untuk membeli berbagai keperluan.

Uang Anda dapat disisihkan terlebih dahulu, baik untuk sedekah, menabung, investasi, maupun kebutuhan dana darurat lainnya. Baru setelah itu Anda bisa membeli barang kebutuhan pokok yang diperlukan.

2. Membuat Skala Prioritas

Salah satu langkah penting dalam manajemen keuangan keluarga yang bisa Anda lakukan ialah membuat skala prioritas. Skala ini dapat Anda tentukan kebutuhan apa saja yang sangat dibutuhkan dan mendesak.

Selain itu Anda juga perlu menunda beberapa jenis barang untuk tidak dibeli terlebih dahulu jika tidak mendesak. Hal ini penting agar uang Anda tetap aman dan aman terkendali.

3. Catatan Pengeluaran Harian

Catatan harian merupakan bagian sangat penting dalam manajemen keuangan keluarga. Catatan ini juga memiliki fungsi sebagai track and record pengeluaran yang sudah mulai menghabiskan uang Anda.

Melalui catatan harian yang dibuat ini Anda dapat menjadikannya sebagai bahan evaluasi dan perenungan untuk Anda bersama istri. Termasuk barang apa saja yang tidak dibutuhkan nantinya di hari depannya.

4. Gunakan Uang Tunai Sesuai Kebutuhan

Penggunaan uang tunai saat berbelanja juga penting dalam manajemen keuangan keluarga. Dibandingkan dengan kartu kredit, uang tunai akan lebih  memudahkan Anda untuk melakukan jual beli baik di toko maupun pasar.

Selain itu, menggunakan uang sesuai keperluan akan menghalau Anda untuk membeli barang yang tidak dibutuhkan, Sehingga, uang belanja yang telah dianggarkan dapat dihemat sebaik mungkin.

5. Perencanaan Untuk Masa Depan

Menerapkan manajemen keuangan keluarga juga penting dengan membuat perencanaan untuk jangka panjang. Dengan rencana masa depan yang da akan membuat Anda berpikir secara matang dan tidak membuang uang secara percuma.

Selain itu, perencanaan juga membantu Anda untuk membeli barang sesuai kebutuhan saja dan tidak perlu membeli barang lain yang tidak diperlukan. Hal ini juga berguna untuk menghalau nafsu belanja yang kerap muncul.

Tidak ada yang bisa meramal masa depan, termasuk musibah atau kondisi darurat apa yang akan terjadi. Dengan melakukan perencanaan Anda bisa menekan risiko jika timbul kondisi darurat yang membutuhkan dana keluarga.

Itulah berbagai manfaat dan pentingnya menerapkan manajemen keuangan keluarga. Dengan kesepakatan bersama istri dan kedisiplinan dalam melaksanakannya, gaji yang Anda terima akan bermanfaat optimal untuk masa depan keluarga. (R9/HR Online)