Mengungkap Misteri Batu Topeng di Nagarapageuh Ciamis

Batu Topeng di Nagarapageuh
Batu topeng di Desa Nagarapageuh, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Batu Topeng di Nagarapageuh, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menjadi misteri tersendiri. Batu yang bentuknya mirip muka manusia tersebut ditemukan di Makam Eyang Jaga Lawang.

Bagi orang-orang tertentu batu topeng ini memiliki aura gaib. Jika tidak mengalaminya sendiri, tidak banyak yang percaya ada kekuatan mistis dibalik batu tersebut.

Eman Sulaeman, Ketua Paguyuban Adat Desa Nagarapageuh, mengungkapkan, batu topeng tersebut bisa terasa ringan saat diangkat oleh orang orang-orang tertentu. Sementara bagi sebagian orang lainnya yang mengangkat batu topeng di Nagarapageuh tersebut terasa sangat berat.

“Ada seorang peziarah yang sanggup mengangkat batu topeng hanya menggunakan dua jarinya. Padahal dilakukan sambil tiduran,” ungkap Eman, Selasa (12/5/2020).

Menurut Eman, berat batu topeng mencapai 7 sampai 8 kilogram. Sehingga tidak mungkin apabila diangkat hanya dengan dua jari.

“Bentuknya kalau dilihat sepintas layaknya muka orang, ada dua lubang seperti dua mata bolong,” terang Eman.

Pada awalnya, kata Eman, batu topeng tersebut tidak ada yang mengindahkannya. Sehingga sekian lama batu tersebut tergeletak begitu saja di komplek makam Eyang Jaga Lawang.

“Sampai saya bermimpi batu itu terbelah, belahan depannya terlihat seperti muka manusia lengkap dengan bola mata. Di mimpi saya terlihat seperti matanya itu memancarkan cahaya merah,” lanjutnya.

Sejak bermimpi seperti itu, Eman kemudian merawat batu topeng. Batunya sendiri disimpan di pelataran komplek makam Eyang Jaga Lawang.

“Sudah banyak peziarah yang coba-coba mengangkat batu tersebut hanya dengan dua jari. Namun tidak ada lagi yang bisa mengangkatnya hanya dengan dua jari. Kejadian batunya bisa jadi ringan tak pernah terjadi lagi,” jelas Eman.

Sementara itu, Eyang Jaga Lawang sendiri dipercaya oleh masyarakat Desa Nagarapageuh sebagai penjaga pintu gerbang ke wilayang Nagarapageuh pada zaman dulu.

“Menurut cerita turun temurun, Eyang Jaga Lawang ini adalah penjaga perbatasan. Beliau berjaga di pintu masuk ke Nagarapageuh,” ungkapnya. (Ndu/R7/HR-Online)