New Normal di Ciamis, Objek Wisata Direncanakan Dibuka Pertengahan Juni

New Normal di Ciamis
Situ Panjalu salah satu objek wisata yang akan kembali dibuka pada masa skenario new normal di Ciamis. Foto: Dokumentasi HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Skenario new normal di Ciamis, Jawa Barat, atau skenario percepatan penanganan kesehatan, sosial dan ekonomi masyarakat di masa pandemi virus Corona akan mulai diterapkan bulan depan. Salah satunya dengan kembali membuka sejumlah objek wisata yang sebelumnya ditutup.

Pembukaan objek wisata tersebut direncanakan akan dilakukan pada pertengahan Juni mendatang. Meski kembali dibuka, namun terdapat beberapa aturan baru yang harus diterapkan oleh pengelola objek wisata, salah satunya penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Aturan itu meliputi penyediaan sarana tempat cuci tangan, aturan pengunjung yang wajib mengunakan masker, penyediaan antiseptik, pengaturan skenario pembatas jaga jarak atau physical distancing dan fasilitas kesehatan serta penyediaan tim medis.

Aturan Objek Wisata di Masa New Normal di Ciamis

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Budi Kurnia, mengatakan, rencana akan dibukanya kembali objek wisata di Ciamis menyusul arahan dari pemerintah provinsi dimana seluruh daerah di Jawa Barat harus bersiap menerapkan skenario new normal di berbagai aspek sosial ekonomi pada pertengahan Juni mendatang.

“Jelang skenario new normal di Ciamis kami meminta kepada seluruh pengelola objek wisata untuk mempersiapkan diri dari sekarang. Salah satunya mempersiapkan berbagai fasilitas yang menunjang penerapan protokol kesehatan,” ujarnya, kepada HR Online, Kamis (28/05/2020).

Fasilitas sarana penunjuang yang harus disiapkan, lanjut Budi, diantaranya sarana tempat cuci tangan dan pembatas jaga jarak untuk pengunjung. Menurutnya, di area objek wisata harus membuat skenario pembatas jaga jarak untuk mengingatkan pengunjung agar tidak berkerumun dan menjaga jarak dengan pengunjung lainnya.

“Dalam penerapan skenario jaga jarak tentunya harus disesuaikan dengan pembatasan jumlah karcis masuk. Artinya setiap pengelola objek wisata hanya menyediakan setengah dari jumlah karcis biasanya. Dengan begitu jumlah wisatawan yang masuk ke area wisata tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Pembatasan jumlah karcis selama masa new normal di Ciamis, kata Budi, wajib dilakukan. Hal itu agar memudahkan penerapan skenario jaga jarak di area objek wisata.

“Kami sudah berencana akan mengundang seluruh pengelola objek wisata untuk menyosialisasikan aturan baru ini. Kami berharap semua pengelola mendukung dan melaksanakannya,” ujarnya.

Promosi Wisata Sehat

Budi mengakui selama pandemi virus corona seluruh pengelola dan pelaku objek wisata di Ciamis benar-benar terdampak secara ekonomi. Hal itu setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan menutup sementara seluruh objek wisata.

TCL

“Karenanya, kami tidak hanya menuntut pengelola wisata untuk menerapkan aturan baru saja, tetapi juga akan membantu dengan melakukan promosi. Di masa new normal di Ciamis kami akan mengusung tema “Wisata Sehat, Ciamis Sehat”. Tema itu akan kami promosikan agar objek wisata di Ciamis kembali menggeliat,” ujarnya.

Di masa persiapan, kata Budi, pihaknya akan menggelar simulasi penerapan wisata sehat di beberapa tempat wisata di Ciamis. Dalam simulasi itu akan ditekankan dalam cara mengatur jaga jarak antar pengunjung dan pengecekan kondisi kesehatan kepada setiap pengunjung yang dilakukan di pintu masuk.

“Jadi kita akan simulasikan ketika terdapat pengunjung yang sakit kemudian dievakuasi oleh tim medis. Apabila gejala sakitnya ada kesamaan dengan gejala Covid-19, maka si pengunjung dievakuasi ke rumah sakit. Artinya setiap objek wisata harus menerapkan konsep wisata sehat untuk memberikan kenyamaan kepada pengunjung,” ujarnya.

Budi pun berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga penerapan skenario new normal di Ciamis, khususnya di area objek wisata tidak berlangsung lama. (Fahmi2/R2/HR-Online)

Loading...