Obyek Wisata di Pangandaran Rencananya akan Dibuka Lagi Juni 2020

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, di dampingi Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari. Foto: Entang SR/HR.
Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, di dampingi Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari. Foto: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Obyek wisata di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, rencananya akan kembali dibuka oleh Pemkab Pangandaran pada Juni mendatang.

Hal itu dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, di dampingi Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, kepada HR Online, Kamis (22/05/2020).

“Pihak Pemkab Pangandaran berencana akan kembali membuka obyek wisata yang selama ini kita tutup akibat pendemi Covid-19,” kata Jeje.

Ia juga menjelaskan, rencana pembukaan kembali obyek wisata di Pangandaran pasca Lebaran Idul Fitri, yakni sekitar tanggal 20 Juni 2020.

Pihak Pemkab Pangandaran akan mengusulkan rencana tersebut kepada Gubernur Jabar, bahwa obyek wisata di Kabupaten Pangandaran akan dicoba kembali dibuka.

“Jika nanti obyek wisata kembali dibuka untuk umum, namun tetap prosedur protokol kesehatan mesti dipakai,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Jeje, kepada seluruh masyarakat agar mengikuti arahan dari pihak pemerintah kabupaten, supaya Covid-19 cepat selesai. Sehingga, obyek wisata bisa cepat kembali dibuka untuk umum.

Pangandaran Berada di Level 2

Selain itu, Jeje juga mengatakan bahwa, pada saat menggelar rapat evaluasi dengan seluruh jajarannya, termasuk RT/RW. Intinya  aat ini Kabupaten Pangandaran berada di level 2.

Bahkan,  semua itu berdasarkan pada peta pelaporan pengawasan Covid-19 di Jawa Barat

“Berdasarkan laporan kegiatan level 2 Covid-19 di Jawa Barat, dari 27 kabupaten/kota hanya ada lima bingkisan, salah satunya adalah Kabupaten Pangandaran,” jelasnya.

Jeje juga menyampaikan bahwa, kondisi Pangandaran masih berada di level 2. Namun, untuk biaya pengawasan Covid-19 jumlahnya sekitar Rp 1 jutaan.

“Grafiknya juga stabil, dan Covid-19 terus menurun di mana-mana. Tapi tidak menutup kemungkinan usulan kepada Gubernur Jabar dibuka pada bulan Juni mendatang bisa terwujudkan. Namun dengan catatan protokol kesehatan mesti dipakai,” pungkasnya (Ntang/R3/HR-Online)

Loading...