Pelonggaran PSBB di Jabar Tunggu Hasil Kajian Tim Ahli

Perpanjangan ataupun pelonggaran PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tingkat provinsi menunggu hasil kajian komprehensif tim ahli.
Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Jabar, Daud Achmad. Foto: Humas Pemprov Jabar.

Berita Jabar (harapanrakyat.com),- Perpanjangan ataupun pelonggaran PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tingkat Provinsi Jawa Barat menunggu hasil kajian komprehensif tim ahli.

Hal itu dikatakan Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Jabar, Daud Achmad, dalam konferensi pers di Bandung, Kamis (14/05/2020).

“Perpanjangan ataupun pelonggaran PSBB di tingkat provinsi itu tergantung hasil kajian komprehensif dari tim ahli, dari mulai aspek kesehatan, aspek sosial, hingga aspek ekonomi,” katanya.

Ia juga menjelaskan, adanya statement yang memperbolehkan mudik lokal di wilayah Jabodetabek, Provinsi Jabar bagian dari pemerintah pusat akan mengikutinya. Jika itu merupakan kebijakan dari pemerintah pusat.

Angka Kesembuhan Terus Bertambah

Dalam kesempatan itu, Daud juga melaporkan, dari waktu ke waktu pasien positif Covid-19 di Jabar yang telah sembuh jumlahnya terus bertambah.

Berdasarkan data dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (PIKOBAR) per hari Kamis, tanggal 14 Mei 2020, pukul 18:30 WIB, tercatat 242 pasien Covid-19 sudah dinyatakan sembuh.

Menurut Daud, angka kesembuhan itu berkat kerja keras dari para frontliner di rumah sakit, yakni para dokter, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya.

“Semoga dengan jumlah kesembuhan yang meningkat itu menjadi semangat buat mereka yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Bagi yang sudah sehat jika virus Covid-19 bisa dilawan,” ujarnya.

Sementara untuk pasien positif Covid-19 di Jawa Barat jumlahnya mencapai 1.565 orang, 99 diantaranya meninggal dunia.

Kemudian, jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) tercatat ada 7.143, dan 4.627 orang telah selesai masa pengawasan.

Untuk pasien yang masih dalam pengawasan tercatat ada 2.156 orang. Sedangkan, jumlah ODP mencapai 44.814 orang, selesai pemantauan 37.856 orang. Yang masih dalam pemantauan ada 6.958 orang. (Eva/R3/HR-Online)

Loading...