Penderita Infeksi Radang Usus Buntu dan Kista di Ciamis Ini Butuh Bantuan

Infeksi Radang Usus
GBR Kabupaten Ciamis saat menyambangi kediaman Ida, penderita infeksi radang usus buntu dan kista. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Seorang penderita infeksi radang usus buntu dan kista asal Lingkungan Pasir Angin RT 4 RW 9, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis membutuhkan bantuan untuk berobat.

Ida Darinah menuturkan, dirinya didiagnosa oleh dokter mempunyai penyakit infeksi radang usus buntu dan kista sehingga dirinya harus dioperasi.

Sementara ini, kata Ida, dirinya harus berobat jalan ke RS Margono Purwokerto setelah mendapatkan rujukan dari RSUD Ciamis.

“Saya sudah 2 kali berobat ke Purwokerto. Saya bingung, ketika berobat harus mengeluarkan ongkos transportasi sementara sekarang saya tidak bekerja dan hidup sendiri. Suami saya sudah meninggal sejak lama,” kata Ida kepada HR Online, Senin (25/5/2020).

Dalam sekali jalan ke Purwokerto untuk berobat, terang Ida, ia harus mengeluarkan biaya minimal Rp 1 juta. Di sisi lain ia kebingungan masalah keuangan lantaran sudah tidak lagi mempunyai pekerjaan.

“Untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari saja kalau ada sudah Alhamdulillah, apalagi untuk berobat, ditambah lagi saya masih ada anak yang masih sekolah. Saya tinggal di rumah orang tua, tapi karena sudah sepuh dan tak bisa berbuat lebih banyak untuk masalah ini,” imbuhnya.

Ida menambahkan, hari-harinya karena penyakit tersebut ia merasakan sakit pada bagian bokong serta susah buang air besar. Meski sudah dilakukan CT Scan, namun hasilnya belum keluar dan tanggal 12 Juni mendatang ia harus ke RS Margono untuk periksa lagi.

“Alhamdulillah sejauh ini sudah ada perhatian dari kader Posyandu, Puskesmas dan Yayasan Kusuma Galuh. Namun untuk sekarang jujur saja saya terkendala masalah operasional untuk bolak-balik ke Purwokerto,” pungkasnya.

Ketua Umum GBR Ciamis, Fajrin, menjelaskan, kondisi Ida sangat memprihatinkan lantaran ia harus berjuang melawan penyakitnya dan terhimpit masalah ekonomi.

Karena kondisi ini, ia pun berharap adanya bantuan dari berbagai elemen masyarakat agar beban Ida bisa lebih ringan.

“Kalau dari kami ada bantuan buat Bu Ida melalui program GBR Berbagi. Meski tidak seberapa, namun setidaknya ini bisa meringankan beliau. Kami harap elemen lain juga turut meringankan beban Bu Ida agar masalah penyakitnya bisa selesai,” katanya. (Fahmi/R6/HR-Online)

Loading...