Penerapan Lockdown Covid-19, Begini Dampak yang Ditimbulkannya!

Penerapan Lockdown Covid-19, Begini Dampak yang Ditimbulkannya
Penerapan Lockdown Covid-19, begini dampak yang ditimbulkannya. Foto:Ist/Net

Penerapan lockdown Covid-19 menjadi alteratif terbaik dalam menghambat penyebaran dan mengatasi penyakit mematikan ini. Namun lockdown Covid-19 ternyata menimbulkan dampak yang tak kalah hebatnya.

Lockdown merupakan istilah asing untuk menyebut karantina wilayah. Seperti dikutip dari Wikipedia, karantina wilayah merupakan penerapan karantina terhadap suatu wilayah atau daerah yang bertujuan mencegah perpindahan orang.

Karantina wilayah diterapkan untuk tujuan tertentu yang mendesak, baik terhadap orang yang akan keluar ataupun masuk ke daerah tersebut. Sat ini kebijakan karantina wilayah atau lockdown diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Banyak negara melakukan penerapan lockdown Covid-19, baik secara ketat maupun agak longgar. Indonesia sendiri menolak lockdown yang ketat dan lebih memilih Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

Diterapkannya kebijakan lockdown, karantina wilayah, atau PSBB mengharuskan warganya untuk berdiam di dalam rumah. Warga dilarang keluar rumah, berkumpul, ataupun berinteraksi dengan orang banyak.

Dampak Penerapan Lockdown Covid-19

Kebijakan penerapan lockdown Covid-19 ternyata membawa dampak yang sangat luas di berbagai negara. Sebuah hasil penelitian yang diterbitkan jurnal JAMA Psychiatry menemukan pengaruh yang tidak lebih baik ketimbang kematian akibat Covid-19 itu sendiri.

Dalam laporan penelitian terbaru itu, seperti dikutip dari laman Boldsky, kebijakan lockdown di berbagai negara telah  menyebabkan banyak orang mengalami kesepian, kelaparan, kelelahan, stres, dan kurangnya kebebasan.

Banyak juga orang yang kehilangan mata pencaharian maupun mengalami penolakan untuk perawatan medis. Bahkan tak sedikit orang-orang yang mengalami putus asa dan ingin bunuh diri akibat takut terinfeksi.

Dampak penerapan lockdown Covid-19 secara umum mengenai dan mempengaruhi warga dari semua kelas sosial. Namun dampak lebih berat dirasakan masyarakat miskin ketimbang orang kaya.

Masyarakat kelas bawah, seperti buruh, pekerja harian, dan petani, terdampak lebih berat akibat lockdown. Pembatasan wilayah yang tiba-tiba membuat mereka kehilangan pekerjaan dan sumber penghidupannya.

Hasil penelitian itu juga mengungkapkan sejumlah sektor yang terdampak akibat penerapan lockdown Covid-19 tersebut. Antara lain:

1. Tekanan Ekonomi

Pembatasan wilayah atau karantina telah memengaruhi kehidupan banyak orang di seluruh dunia, khususnya berupa tekanan ekonomi yang berat. Banyak bisnis tutup, kegiatan publik dibatalkan, transportasi dihentikan, hingga penurunan konsumsi publik.

Penutupan perusahaan dan kegiatan bisnis menyebabkan banyak karyawan dirumahkan atau dipotong gajinya. Kondisi ini ternyata ikut meningkatkan agka bunuh diri di sejumlah negara.

2. Isolasi Sosial

Penerapan lockdown Covid-19 juga meningkatkan isolasi sosial yang berdampak pada peningkatan kecemasan di seluruh dunia. Dikhawatirkan akan makin banyak jumlah orang terganggu kondisi mentalnya, depresi, dan meningkatkan keinginan untuk bunuh diri.

Lockdown untuk virus Corona tak hanya mengganggu kehidupan sosial namun juga menimbulkan ketakutan secara psikologis. Kondisi ini makin parah dengan adanya update jumlah kematian akibat COVID-19 di media.

3. Agama Ikut Melemah

Jurnal Suicide Life Threat Behaviour menerbitkan penelitian dampak karantina wilayah terhadap penurunan aktivitas keagamaan. Meski begitu, agama masih menjadi kendali terhadap keinginan untuk bunuh diri akibat kondisi pandemi.

4. Dampak Layanan Medis

Tingginya jumlah orang yang terpapar virus Corona juga telah membuat rumah sakit dan pelayanan medis lebih fokus menangani pasien Covid-19. Akibatnya, pasien penyakit lain agak terpinggirkan, termasuk orang yang stres akibat Lockdown.

Mencegah Dampak Penerapan Lockdown Covid-19

Kebijakan penerapan lockdown dimaksudkan untuk mencegah penyebaran virus yang sanat menular ini. Namun agar kebijakan ini tidak menimbulkan dampak lain yang lebih luas diperlukan langkah untuk mencegahnya.

Banyak ahli yang menekankan bahwa jaga jarak untuk mencegah penularan Covid-19 bukan berarti menjauhkan jarak sosial warganya. Yang perlu dilakukan adalah phisical distancing dan bukan social distancing.

Menjaga hubungan sosial bisa dilakukan dengan telepon, chat Whatsapp, video call, atau email. Selain untuk berbagi, terjaganya hubungan sosial penting untuk menguatkan mental akibat penerapan lockdown Covid-19. (R9/HR Online)

Loading...