Penghuni Karantina Berulah, Petugas Isolasi di Pangandaran Kewalahan

Penghuni Karantina Berulah, Petugas Isolasi di Pangandaran Kewalahan
Kapolsek Kalipucang AKP Jumeli saat memberikan peringatan kepada para pemudik yang tengah menjalani isolasi mandiri di desa Putrapinggan Pangandaran, agar tak berulah saat dikarantina.Foto:Entang/HR

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com).- Para petugas isolasi mandiri  yang ada di Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, mengaku kewalahan dengan tindakan yang  dilakukan oleh para pemudik yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di salah satu  sekolah di Putrapinggan.

Seperti yang di sampaikan oleh Nyana, salah seorang relawan petugas isolasi mandiri di desa Putrapinggan.

Kata dia, salah satu dari 13 orang yang mennjalani isolasi mandiri membuat ulah yang tidak menyenangkan semasa di karantina, seperti mematikan listrik.

“Akibat listrik dimatikan, otomasis pompa air zat tidak berfungsi dan tidak bisa menyedot air dari sumur, akibatnya banyak penghuni lain yang protes,” ujar Nyana, Seni (25/5/2020).

Lanjutnya, pemudik yang berulah saat dikarantina tersebut berasal dari zona merah yakni dari Jakarta.

“Pemudik yang satu ini bahkan disaat tengah malam nyetel musik dengan suara kencang, ini tentu mengganggu ke pemudik lainnya,” katanya.

Dirinya pun mengaku sudah tidak sanggup lagi untuk menjaga pemudik yang diisolasi jika kondisinya terus seperti ini.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Putrapinggan Salam Suryanto membenarkan adanya salah satu pemudik yang kurang disiplin, bahkan bisa dikatakan rese saat menjalani karantina mandiri.

“Kami meminta bantuan dari Tim Gugus Tugas Kecamatan Kalipucang untuk menenangkan para pemudik di desa Putrapinggan,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Kalipucang AKP Jumeli mengaku pihaknya sudah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan anggota TNI dari Koramil Kalipucang, Sekmat Kalipucang dan pihak desa terkait permasalahan tersebut.

“Setelah berunding Tim Gugus Tugas Kecamatan Kalipucang pun langsung mendatangi tempat isolasi mandiri di sekolah,” ucapnya.

Kata Jumeli, jika para pemudik yang dikarantina dan berulah terlebih sampai merusak fasilitas sekolah, pihak kepolisian tidak akan segan-segan membawa ke jalur hukum. (Entang/R8/HR Online)

Loading...