Peran Imunitas Tubuh Terhadap Virus Corona yang Wajib Anda Tahu

Peran Imunitas Tubuh Terhadap Virus Corona yang Wajib Anda Tahu
Peran imunitas tubuh terhadap virus corona yang wajib anda tahu. Foto:Ist/Net

Fungsi dan peran imunitas tubuh terhadap virus Corona menjadi topik yang paling banyak dibicarakan orang di seluruh dunia. Terlebih dengan belum adanya obat Covid-19 membuat imunitas tubuh menjadi harapan satu-satunya dalam melawan penyakit ini.

Bencana penyakit yang bernama pandemi Covid-19 telah membuat seluruh dunia terpuruk. Penyakit yang disebabkan oleh virus Corona ini telah menyebabkan infeksi pada lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia.

Virus SARS-Cov-2 yang menyebabkan Covid-19 pertama kali di temukan di kawasan Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Karena itulah penyakit ini dinamakan Covid-19 sebagi tanda dari Coronavirus ID tahun 2019.

Sejak ditemukan, penyebaran virus ini terasa sangat cepat. Negara-negara Eropa seperti Italia, Spanyol, Inggris, hingga Amerika Serikat yang jaraknya jauh dari China mengalami kondisi paling parah dengan jumlah korban terinfeksi terbanyak di dunia.

Mengulik Peran Imunitas Tubuh Terhadap Virus Corona

Masalah peran imunitas tubuh terhadap virus Corona pun menjadi topik hangat dengan banyaknya korban yang tewas. Apalagi virus Corona yang menyebabkan penyakit Covi-19 dinilai baru sehingga belum ada obat untuk mengatasinya.

Bahkan hingga saat ini para ilmuwan dari berbagai negara masih terus melakukan penelitian dan uji klinis untuk menemukan obat Corona yang benar-benar efektif dan aman digunakan.

Namun karena proses dan tahapan penelitian terhadap obat virus Corona tidak bisa dilakukan dengan segera, banyak ahli yang memperkirakan ketersediaan obat itu baru bisa dicapai pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Karena itulah penanganan dan perawatan orang yang terpapar virus Corona dilakukan dengan berbagai obat yang ada. Selain obat untuk meredakan gejala yang ditimbulkan, pasien Covid-19 umumnya juga mendapat asupan vitamin.

Hingga saat ini sudah banyak riset dan penelitian yang dilakukan para ahli tentang imunitas tubuh terhadap virus Covid-19. Salah satu kesimpulan yang menarik, jika kekebalan tubuh komunitas meningkat maka virus Corona bisa diatasi.

“Seiring meningkatnya kekebalan populasi terhadap coronavirus, jumlah penyakit parah Covid-19 mungkin akan menurun. Namun coronavirus musiman masih dapat menyebabkan pneumonia pada beberapa orang,” kata Profesor Kellam, ahli virologi dari Imperial College London.

Dalam papernya yang dimuat Journal of General Virology (JGV), ahli yang telah bertahun-tahun meneliti tentang virus ini menyatakan bahwa meski berbeda, SAR-Cov-2 bersama keluarga coronavirus lainnya akan menjadi penyakit musiman.

Sejumlah jenis virus corona, termasuk SARS, MERS dan empat jenis virus corona, menurut Kellam, akan menjadi wabah musiman yang menyerang manusia setiap musim dingin. Imunitas tubuh terhadap virus sangat penting selama belum ada obatnya.

“SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 bisa menjadi coronavirus musiman kelima dengan epidemi virus yang masih akan terjadi selama beberapa tahun ke depan,” ujar ahli virus ini seperti dikutip dari situs Scitech Daily.

Kekuatan Imunitas Tubuh Terhadap Covid-19

Imunitas tubuh biasanya akan segera bereaksi terhadap intervensi benda asing, termasuk oleh virus. Namun kemampuan imunitas tubuh terhadap virus Corona, menurut Kellam, juga tergantung berbagai faktor. Termasuk tingkat keparahan penyakit.

Sejumlah penelitian memperlihatkan bahwa perlindungan antibodi ternyata bisa berkurang dari waktu ke waktu. Untuk coronavirus musiman yang menyebabkan SARS dan MERS dengan kondisi penyakit ringan, ditemukan adanya kasus infeksi ulang setelah 80 hari.

Karena itu penelitian terhadap tes antibodi untuk SARS-CoV-2 masih perlu terus dilakukan untuk mengetahui tingkat kekebalan tubuh terhadap Covid-19. Dengan banyaknya riset juga akan memudahkan kita mengendalikan penyebaran penyakit dan tingkat risiko infeksinya. Diakuinya, SARS-CoV-2 merupakan virus baru yang harus lebih dikenali sifat dasarnya. Namun tanpa adanya data seperti sekarang membuat perlawanan dengan membangun