Pohon Kurma Berteriak Dekat Rasul dan Batu yang Berlari

Pohon Kurma Berteriak Dekat Rasul
Pohon Kurma. Foto: Istimewa

Pohon kurma berteriak dekat Rasul, namun setelah Nabi Muhammad SAW mendekat dan memeluknya, ia tak lagi sedih bahkan berhenti menangis lagi.

Jika Rasulullah tidak memeluknya, maka pohon kurma ini akan menangis sampai hari kiamat tiba. Kisah ini menunjukan jika semua makhluk Allah yang bahkan pohon pun mencintai Rasulullah.

Tidak heran jika seluruh makhluk yang ada akan jatuh cinta pada Beliau ketika mengetahui keseluruhan Rasulullah.

Pohon Kurma Berteriak Dekat Rasul di Hari Jum’at

Beberapa sahabat Rasulullah meriwayatkan mengenai kejadian itu, sehingga tidak perlu dipertanyakan lagi mengenai kesahihannya.

Dahulu Rasulullah terbiasa berdiri diatas batang pohon kurma untuk berkhutbah. Namun setelah Rasulullah dibuatkan mimbar, maka pohon kurma sudah tidak digunakan lagi.

Saat Rasulullah berkhutbah, semua orang mendengar sesuatu dari batang pohon seperti sebuah teriakan unta yang bunting.

Baca juga: Wafatnya Istri Rasulullah Saat Ramadhan, Khadijah dan Aisyah

Terkait pohon kurma berteriak dekat Rasul, ketika itu juga Rasulullah mendatangi pohon kurma dengan meletakkan tangannya pada batang pohon. Dalam sekejap pohon kurma itu terdiam.

Ada juga riwayat lain yang mengatakan jika saat berkhutbah diatas mimbar yang dibuatkan penduduk untuk Rasulullah, pohon kurma itu berteriak sekan-akan pohon kurma itu akan terbelah.

Namun pada riwayat yang lain lagi jika batang kurma itu berteriak seperti teriakan anak kecil. Mendengar hal tersebut, laludatang menghampiri pohon kurma kemudian memegang dan memeluknya.

Setelah itu, batang pohon kurma mulai mengeluarkan suara erangan anak kecil seperti sedang diredakan tangisannya sampai terdiam.

Sebab Pohon Kurma Menangis

Pohon kurma berteriak dekat Rasul disebabkan karena sudah tidak lagi mendengar suara zikir yang sebelumnya selalu didengar ketika Rasulullah berkhutbah diatas pohon kurma.

Pohon atau batang kurma merasa kehilangan lantunan zikir yang sering didengarnya saat Rasulullah berkhutbah.

Untuk itu, pohon kurma meluapkan kesedihannya dengan mengeluarkan suara sehingga Rasulullah menghampirinya dan menenangkan pohon kurma.

Hal ini menunjukkan semua makhluk di dunia sangat mencintai Rasulullah sampai-sampai-pohon kurma kehilangan kebiasaan mendengar lantunan zikir dari Rasulullah.

Pohon kurma berteriak dekat Rasul ini benar-benar kisah nyata yang telah diketahui khalaf (yang belakangan) dari salaf (sebelumnya pernah ada). Hal ini juga merupakan tanda dari mukjizat dari Nabi Muhammad SAW.

Pohon kurma ini ada sejak masjid Nabawi dibangun. Bukan hanya menjadi tonggak, pohon kurma juga menjadi sandaran Rasulullah saat berkhutbah Jum’at.

Kisah Nabi Musa As dengan Benda Mati

Kisah tentang hidupnya benda mati juga dialami Nabi Musa As di masa kenabiannya. Namun pada Nabi Musa bukan pohon kurma berteriak,melainkan sebuah batu. Kisah hidupnya sebuah batu ini terjadi pada masa Israilliyat. Dahulu kaum Bani Israil terbiasa mandi di sungai tanpa busana.

Mereka tak merasa malu sedikitpun walaupun mandi bersama-sama tanpa menggunakan pakaian sehelai benang pun. Namun kebiasaan ini tidak disukai Nabi Musa dan Beliau memilih menyendiri dan tidak mau mandi bersama yang lainnya.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Hadist Tentang Pelihara Kucing, Hewan Kesayangan Rasulullah SAW

Sikap yang ditunjukkan Nabi Musa kala itu mendapat tentangan dari kaum Bani Israil. Sikap mulia Nabi Musa dipertanyakan serta mencela Nabi Musa. Kaum Bani Israil menyebarkan rumor tentang keengganan Nabi untuk ikut mandi bersama jika Beliau mempunyai cacat di badannya.

Batu Bergerak Atas Perintah Allah SAW

Tanpa meladeni rumor yang beredar, Nabi Musa memilih untuk diam. Namun Allah SWT tidak membiarkan hal tersebut menimpa utusan-Nya begitu saja. Selain pohon kurma berteriak dekat Rasul, kisah serupa terjadi pada Nabi Musa.

Pada suatu hari ketika Nabi Musa mandi, bajunya diletakkan diatas sebuah batu. Dengan perintah dari Allah SAW, tiba-tiba batu itu berlari dengan kencang sambil membawa baju Nabi. Tak tinggal diam melihat bajunya dibawa batu berlari, maka Nabi Musa pun mengejarnya untuk mengambil bajunya.

Saat mengejar batu itu, Bani Israil melihat tubuh Nabi Musa dan tak terlihat cacat sedikitpun di tubuhnya. Setelah mereka mengetahui jika rumor itu bohong adanya, maka Allah SAW menghentikan batu.

Seketika itu juga Nabi Musa mengambil bajunya dan marah kepada batu sambil memukulnya. Dari kisah-kisah yang telah dijelaskan diatas tadi, bisa diambil hikmahnya untuk selalu menghormati, menghargai, dan menaati semua utusan Allah SWT.

Sebagai manusia, sudah sepatutnya mencintai utusan Allah SWT yang merupakan bagian dari keimanan, termasuk mempercayai pohon kurma berteriak dekat Rasul dan batu yang bisa berlari. (R10/HR-Online)