Riset Terbaru Obat Corona Remdesivir Mampu Persingkat Waktu Penyembuhan Covid-19

Riset Terbaru Obat Corona Remdesivir Mampu Persingkat Waktu Penyembuhan Covid-19
Riset terbaru obat corona remdesivir mampu persingkat waktu penyembuhan Covid-19. Foto:Ist/Net

Penggunaan obat Corona remdesivir untuk pasien Covid-19 ternyata mampu mempersingkat waktu penyembuhan. Temuan terbaru obat Corona ini makin menguatkan efektivitas remdesivir untuk mengobati virus menular ini.

Sebuah laporan hasil penelitian yang diterbitkan New England Journal of Medicine, 23 Mei 2020 menyebutkan bahwa remdesivir lebih unggul untuk pengobatan Covid-19 dibandingkan dengan standar perawatan lain.

Penelitian didukung Lembaga Nasional Alergi dan Penyakit Menular (National Institute of Allergy and Infectious Diseases atau NIAID), National Institutes of Health Amerika Serikat.

Efektivitas Obat Corona Remdesivir

Obat Corona remdesivir sebelumnya dikenal sebagai obat yang diproduksi untuk menyembuhkan penyakit Ebola. Namun saat wabah Ebola, remdesivir dianggap gagal karena tidak memberikan perbaikan bagi pasien yang diberi obat ini.

Uniknya, saat muncul wabah SARS dan MERS obat remdesivir pun dicoba untuk digunakan dan diberikan untuk pasien penyakit ini. Hasilnya, remdesivir dinilai berhasil dan efektif dalam menyembuhkan pasien yang terkena penyakit SARS dan MERS.

Untuk diketahui, penyakit SARS dan MERS disebabkan oleh virus SARS-Cov yang sejenis dengan virus SARS-Cov-2 yang menyebabkan Covid-19. Sejumlah riset terhadap obat Corona remdesivir juga memperlihatkan hasil yang menjanjikan sebagai obat Covid-19.

Dalam penelitian yang telah dimulai sejak 21 Februari 2020 itu dilakukan dengan melibatkan sekitar 1.063 partisipan yang terpapar Covid-19. Menariknya, uji klinis ini dilakukan secara acak di 10 negara dalam waktu 58 hari.

Para pasien menderita Covid-19 dengan kondisi sedang hingga parah. Mereka mendapat perawatan secara intravena yang dilakukan selama 10 hari dalam beberapa kelompok. Masing-masing diberikan obat remdesivir, perawatan standar lokal dan plasebo.

Hasil Uji Klinis Obat Corona Remdesivir

Hasil uji menemukan bahwa obat Corona remdesivir yang paling efektif dengan waktu pemulihan lebih singkat dibandingkan pasien yang menerima plasebo. Hasil ii juga cukup stabil sehingga bisa langsung meninggalkan rumah sakit.

Waktu yang dibutuhkan untuk perawatan pasien dengan remdesivir hanya berlangsung 11 hari. Sedangkan waktu penyembuhan untuk pasien yang mendapat plasebo membutuhkan waktu hingga 15 hari.

Perawatan dan penanganan pasien Covid-19 dengan memberikan obat Corona remdesivir juga dinilai lebih efektif untuk pasien dengan kondisi penyakit parah yang membutuhkan bantuan oksigen.

Selama uji klinis dokter memonitor perubahan atau perkembangan status klinis pasien setiap hari. Hasil pengamatan ini kemudian dibandingkan dengan kelompok lain yang menjadi kontrol.

Dari hasil uji klinis ini, para peneliti menyimpulkan bahwa obat Corona remdesivir sangat menjanjikan digunakan sebagai terapi standar penanganan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Khususnya lagi pasien yang membutuhkan bantuan oksigen.

Penggunaan remdesivir untuk mengobati pasien yang terinfeksi virus Corona terutama didorong efektivitas obat ini saat digunakan untuk menyembuhkan pasien yang terkena wabah SARS dan MERS.

Selama ini penggunaan obat remdesivir untuk menangani pasien dengan Covid-19 telah mendapat persetujuan dari badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat atau FDA

Hasil riset yang tertuang dalam data Adaptive COVID-19 Treatment Trial (ACTT) ini kabarnya masih akan ditindaklanjuti dengan penelitian ACTT-2. Dalam uji klinis lanjutan ini pemberian obat Corona remdesivir dilakukan dengan kombinasi bersama obat anti inflamasi baricitinib.

Belum ditemukannya obat atau vaksin yang aman dan ampuh untuk mengobati orang yang terinfeksi Covid-19 mendorong banyak negara berlomba untuk menemukannya. Apalagi setelah sebelumnya obat Hydroxychloroquine atau klorokuin dinilai gagal.

Dengan hasil uji klinis terhadap obat Corona remdesivir yang menggembirakan ini diharapkan bisa segera memastikan jenis obat yang benar-benar efektif dan aman untuk menyembuhkan penyakit Cvid-19. (R9/HR Online)

Loading...