Sahabat Nabi yang Masih Hidup, Fakta Unik dan Penampakannya

Sahabat Nabi yang Masih Hidup
Pohon sahabi yang merupakan Sahabat Nabi yang Masih Hidup. Foto: Ist

Sahabat Nabi yang masih hidup hingga kini ternyata sebuah pohon yang usianya telah ribuan tahun. Pohon tersebut hidup sejak Nabi Muhammad SAW masih hidup dan pohon ini masih ada hingga sekarang.

Pohon ini bernama The Only Living Sahabi. Pohon Sahabi tumbuh di tengah padang pasir di Yordania. Pohon ini merupakan salah satu tempat bernaungnya Rasulullah pada saat melakukan perjalanan ke negeri Syam.

Hal yang menjadi keunikan dari pohon Sahabi adalah hingga kini pohon tersebut masih berdiri kokoh serta berada di tengah-tengah padang pasir yang gersang di Yordania.

Sahabat Nabi yang Masih Hidup

Pohon Sahabi atau mempunyai nama dalam bahasa Inggris The Blessing Tree merupakan pohon yang berusia ribuan tahun yang berada di kota Yordania yakni sekitar 150 km dari kota Amman yakni ibukota Yordania.

Meskipun pohon Sahabi ada di pertengahan hamparan gurun pasir, akan tetapi pohon tersebut masih tetap berdiri tegap dengan dedaunan yang hijau rimbun serta begitu lebat.

Baca juga: Kegigihan Nabi Ilyas Berdakwah di Tengah Penolakan Bani Israil

Pohon ini merupakan tempat pertemuan antara Nabi Muhammad SAW semasa kecil dengan biarawan Nasrani yang namanya ialah Bahira.

Mengenal Sahabat Nabi yang Masih Hidup Hingga Saat Ini

Ketika Nabi Muhammad SAW berusia 12 tahun, Baginda Nabi turut serta pamannya berniaga ke negeri Syam beserta para rombongan dagang bangsa Quraisy.

Pohon Sahabi inilah tempat dimana Nabi dan rombongan berteduh sambil menjaga unta serta barang-barang dagangan para kabilah.

Pohon Sahabi tersebut berdaun rindang sehingga dapat melindungi Rasulullah dari terik panas matahari.

Salah satu murid dari Habib Umar bin Hafiz yang bernama Al Habib Quraisy Baharun yakni pengasuh ponpes As Shidqu Kuningan menyebutkan bahwa sahabat Nabi yang masih hidup ini meskipun ada di tempat yang gersang dan panas, akan tetapi tetap tumbuh subur serta mampu bertahan selama ribuan tahun lamanya.

Hal ini menjadikan pohon Sahabi sebagai lokasi yang sering dikunjungi oleh para umat muslim di seluruh dunia.

Keunikan Pohon Sahabi

Di bawah ini beberapa keunikan pohon Sahabi:

Usia Lebih dari 1400 Tahun

Hingga saat ini pohon Sahabi tidak berpindah tempat. Pohon tersebut tumbuh di tengah padang pasir gersang Yordania dengan diperkirakan memiliki usia mencapai lebih dari 1400 tahun.

Dengan usianya yang sangat panjang, bahkan dapat tumbuh subur dan bertahan di tengah gersangnya padang pasir, pohon tersebut kemudian dianggap sebagai salah satu bukti kenabian Nabi Muhammad SAW.

Tumbuh Subur dan Rindang di Tengah Padang Pasir Gersang

Keunikan lain dari sahabat Nabi yang masih hidup ini adalah pohon Sahabi sering mengugurkan daunnya.

Selanjutnya, pohon ini mampu tumbuh dengan subur dan rindang meskipun tumbuh di tengah padang pasir yang gersang.

Lokasi Pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Biarawan Bahira

Sebagaimana yang sudah disinggung diatas, pohon Sahabi adalah tempat dimana bertemunya Nabi Muhammad SAW ketika Beliau masih kecil dengan seorang Biarawan Nasrani yang Bernama Bahira.

Pertemuan tersebut berawal dari Muhammad kecil yang mengikuti sang paman yakni Abu Tholib melakukan perjalanan dagang menuju Suriah.

Dalam perjalanan tersebut, Bahira memperhatikan rombongan Abu Tholib serta menyaksikan kekuasaan Allah yang ada pada Nabi Muhammad SAW.

Selama perjalanan, Nabi Muhammad selalu dilindungi oleh awan kecil dari terik matahari di gurun. Selanjutnya Bahira mengundang rombongan tersebut dalam suatu perjamuan. Namun pada perjamuan tersebut, Bahira tidak menemukan Muhammad kecil.

Pada saat mencarinya, Bahira menemukan Baginda Nabi sedang menjaga unta-unta serta barang dagangan di bawah pohon Sahabi yang menjadi sahabat Nabi yang masih hidup hingga kini.

Baca juga: Pernikahan Rasulullah dengan Ummu Habibah, Antara Madinah-Habasyah

Pada saat Baginda Nabi kecil berada di bawah pohon yang rindang tersebut, ranting-ranting pohon seolah merunduk serta berusaha melindungi Nabi Muhammad kecil dari panasnya terik matahari.

Dengan adanya pemandangan tersebut, tentu saja sangat membuat takjub Bahira yang menyaksikannya secara langsung.

Kemudian Bahira meminta kepada Abu Tholib untuk segera kembali ke Mekkah guna menjaga Nabi Muhammad kecil dari serangan orang-orang jahat yang hendak membunuhnya.

Bahira meyakini bahwa Muhammad merupakan nabi terakhir sesuai yang telah disebutkan di dalam kitabnya.

Kisah pertemuan antara Nabi Muhammad SAW dengan Bahira di bawah pohon Sahabi yang merupakan sahabat Nabi yang masih hidup hingga kini tersebut akhirnya diabadikan dalam film dokumenter singkat yang berjudul The Blessed Tree. (R10/HR-Online)

Loading...