Tak Bisa BAB Lewat Anus, Warga Kota Banjar Ini Butuh Bantuan

Tak Bisa BAB Lewat Anus, Warga Kota Banjar Ini Butuh Bantuan
Rusliyanto, orang tua Rosmayanti saat berada di rumahnya. Foto:Muhlisin/HR

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Rosmayanti (30), warga Dukuh Pengasinan RT 10 RW 10, Desa Binangun, Kota Banjar, saat ini tengah membutuhkan uluran tangan untuk berobat dan melakukan operasi lanjutan karena tidak bisa buang besar lewat anus.

Sementara ini, ia hanya bisa buang air besar lewat perut setelah sempat melakukan operasi usus yang dialaminya sekitar dua tahun lalu di RSUD Banjar.

Orang tua Rosmayanti, Rusliyanto (56), menuturkan, awal mulanya dulu sekitar di akhir tahun 2018 anaknya pernah mengalami sakit perut kemudian dibawa ke RSUD Banjar untuk menjalani perawatan medis.

Setelah diperiksa dan dilakukan diagnosa, anaknya kemudian dioperasi pada bagian perut dan ditemukan ada bagian usus yang telah membusuk.

“Setelah itu, ususnya dipotong dan bagian untuk BAB dibuatkan lewat saluran perut,” kata Rusliyanto kepada HR Online, Sabtu (30/5/2020).

Namun, lanjut Rusliyanto, saluran buatan untuk BAB di bagian perut anaknya kurang berjalan baik dan tidak bisa membuang kotoran dengan normal bahkan kadang sering keluar kotoran dari perut saat anaknya memakan makanan.

Selain itu, jalur anus yang dulu dibuntu saat dilakukan operasi juga tidak maksimal karena hampir dua kali dalam setiap bulan selalu ada kotoran yang ke luar lewat anus, padahal seharusnya melalui perut.

“Dulu katanya kan usus yang dipotong sudah dibuntu dan dibuatkan saluran BAB lewat perut tapi masih saja ada kotoran yang keluar lewat anus dan itu biasanya satu bulan 2 kali. Kadang saya jadi bingung,” ujarnya.

Tak Punya Biaya Operasi

Meski demikian, kata Rusliyanto, kondisi anaknya dalam keadaan baik, hanya saja Ia merasa tidak tega karena anaknya terkadang harus menahan rasa sakit saat kotoran keluar dari perut. Selain itu kulit bagian perutnya juga terjadi iritasi.

“Kalau kondisi badannya baik cuma saluran untuk BAB yang perlu disembuhkan. Kebetulan hari ini lagi dibawa sama suaminya ke Ciamis jadi lagi ngga di rumah,” katanya.

Ia pun berharap ingin kembali melakukan operasi dan memeriksa kesehatan anaknya agar bisa sembuh dan bisa BAB dengan baik.

Namun, Rusliyanto mengaku terkendala biaya operasi karena dari informasi yang diterimanya dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk perawatan operasi di RS.

“Pengin operasi lagi dan dirujuk ke RS yang lain karena dulu pihak RSUD Banjar sempat mengatakan sudah tidak bisa menangani tapi karena biayanya besar saya jadi belum membawa berobat lagi,” pungkasnya. (Muhlisin/R8/HR Online)

Loading...