Tak Pernah Dapat Hasil Lab, Pasien Covid-19 Ciamis 01 Ragu Positif Corona

pasien positif covid-19 Ciamis 01
Tes Covid-19. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Hopid (48) terkejut saat mendapati media sosial rame dengan berita adanya pasien Covid-19 Ciamis 01. Dia pun sempat menonton Bupati Ciamis mengumumkan langsung adanya pasien pertama yang dinyatakan positif Corona di Ciamis.

Warga Desa Margajaya, Kecamatan Pamarican ini jelas terkejut, karena dirinya sebagai menantu pasien positif Covid-19 01 tidak pernah diberitahu terlebih dahulu oleh pihak RSUD Kota Banjar yang merawat mertuanya itu.

“Padahal kata rumah sakit, kalau ada apa-apa keluarga pasti ditelepon dulu. Ini saya tahunya dari Medsos,” kata Hopid kepada HR Online, Rabu (20/5/2020).

Hopid bergegas menuju RSUD Kota Banjar, dia menanyakan tentang kabar yang diterimanya lewat Medsos. Hopid mendapat jawaban, jika hasil laboratorium (lab) pemeriksaan sampel swab mertuanya belum keluar.

“Setelah melihat berita itu, saya cepet-cepet ke rumah sakit untuk menanyakan langsung. Petugas di sana malah bilang, hasil lab belum keluar,” terangnya.

Hopid kebingungan, dia tahu persis yang dimaksud oleh Bupati Ciamis sebagai pasien positif 01 di Ciamis itu adalah ibu mertuanya. Tapi penjelasan dari rumah sakit yang menyebutkan belum ada hasil lab bertolak belakang.

“Saya awalnya juga tidak mengerti apakah positif itu berasal dari ucapan dokter, ataukah dari hasil lab. Kalau dari hasil lab, saya sebagai keluarga tidak menerimanya. Tidak ada pemberitahuan sama sekali saat itu,” katanya.

Karena penasaran, malam harinya Hopid kembali ke RSUD Kota Banjar dan menanyakan hasil lab mertuanya.

“Saya malam-malam kembali ke rumah sakit, baru setelah saya paksa dibilangnya ibu mertua memang positif Covid,” ungkapnya.

Menurut Hopid, bukan hanya hasil lab yang menyatakan ibu mertuanya positif saja yang tidak diberikan, tapi hasil lab yang menyatakan ibu mertuanya negatif pun tidak diterimanya.

“Makanya saya ragu apa benar karena Covid atau bukan?” katanya.

Hopid juga mengatakan, ibu mertuanya pernah satu ruangan dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kota Banjar yang dinyatakan negatif.

“Ibu saya juga pernah satu ruangan dengan Neng Cinta, bahkan Neng Cinta berinteraksi dengan ibu saya, menyuapi makan sampai ‘nyisiran’ ibu saya. Tapi Neng Cinta negatif. Sedangkan di luar sana saya sudah tahu kalau Covid itu ganas,” jelasnya.

Berita Terkait: Kisah PDP di Kota Banjar: Sakit, Dilanda Bosan Sampai Diberi Kado Ultah oleh Perawat

Dia pun mengaku pernah bertanya kepada dokter apa saja gejala Covid-19, dari dokter dia mendapat penjelasan gejala Covid-19 dan salah satunya memang diderita oleh ibu mertuanya.

“Bukannya saya meragukan penyakit, saya percaya Covid itu ada dan berbahaya, tapi karena saya tidak mendapat hasil lab, itu yang membuat ragu,” ungkapnya.

Hopid mengaku sudah meminta hasil lab ke petugas di ruang isolasi, tapi petugas di sana tidak memberikannya. Begitupun ketika kepulangan ibu mertuanya.

“Ketika pulang, kan keluarga tidak boleh menjemput. Karena diantar langsung ke rumah oleh petugas. Jadi saya sama keluarga yang lain juga menunggu saja di rumah,” katanya.

Ketika sampai di rumah, petugas juga memberi pengumuman kalau ibu mertua Hopid sudah sembuh dan negatif Covid-19.

“Kata petugas saat itu juga mengatakan hasil lab akan diberikan satu minggu kemudian, akan diantar. Tapi sampai sekarang, keluarga belum menerima,” katanya.

Hopid mengaku mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari sebagian warga, bahkan ada pula yang mengucilkannya.

“Banyak yang mendukung, yang simpati, tapi ada juga yang mengucilkan, bahkan ada yang sampai bilang agar tidak dekat-dekat dengan keluarga saya,” katanya.

Pasien Positif Covid-19 Ciamis 01 Berinteraksi dengan PDP Kota Banjar

Sementara itu, Cinta Aditia, PDP asal Kota Banjar yang disebut oleh Hopid, juga membenarkan jika dirinya pernah satu ruangan dengan pasien positif Covid-19 01 Ciamis.

“Pernah satu ruangan, tapi cuma sebentar sekitar 3 sampai 4 hari,” kata Cinta.

Dia pun membenarkan dirinya pernah berinteraksi dengan pasien positif 01, bahkan menyuapi hingga menolong pasien 01 sisiran.

“Iya kalau Ibu minta tolong, ya saya tolongin. Karena ada interaksi itu saya sampai di-swab tiga kali. Saya pun tahu ibunya positif dari berita. Ketika dinyatakan positif sudah tidak seruangan lagi sama saya,” ungkapnya.

Berbeda dengan Hopid yang tidak mendapatkan hasil lab, Cinta mendapatkan hasil lab yang menyatakan dirinya negatif Covid-19.

“Saya minta langsung untuk hasil lab, awalnya dibilangin kalau menunggu hasil lab ketiga, tapi setelah keluar ya dikasihkan,” katanya.

Cinta menduga sistem imunnya cukup bagus sehingga walaupun berinteraksi dengan pasien positif Covid-19 01 Ciamis, dirinya tidak terpapar.

Hasil Lab Akan Diantar Besok ke Keluarga

Direktur RSUD Kota Banjar, dr Eka Lina Liandari, mengatakan, pasien bisa mendapatkan hasil laboratorium. “Bisa minta ke pihak Rumah Sakit atau ke PKM-nya langsung,” katanya singkat.

Sementara dr Bayu Yudiawan, juru bicara Covid-19 Center Ciamis, mengatakan, prosedurnya keluarga diberitahu tahu, bahkan kepulangan dan pemantauan pun dilakukan langsung oleh petugas medis.

“Keluarga diberi tahu, malah mengantar kepulangan dan pemantauan pun kan itu oleh petugas medis langsung,” kata dr Bayu.

Bayu juga menjelaskan pasien 01 sejak dinyatakan positif sampai sembuh berada di RSUD Kota Banjar. “Penatalaksanaan kasus dari mulai dinyatakan positif sampai dengan negatif di RSUD Banjar. Beliau kan rawat inap diisolasi dari awal sampai dengan sembuh,” ucapnya.

Menurutnya, hasil lab biasanya ada di Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) yang merawat. “Kita bisa memfasilitasi copynya dengan memintakan ke provinsi. Nah itu yang suka agak terlambat,” katanya.

Namun, untuk pasien positif COvid-19 Ciamis 01, copy hasil laboratorium sampel swab sudah ada di Gugus Tugas Kabupaten Ciamis. Dia berjanji akan menyampaikannya kepada keluarga.

“Di Gugus Tugas Kabupaten, copy-nya sudah ada, kita follow up atas laporan ini. Surat keterangan sama copy hasil labnya kita bawakan ke keluarga besok. Kalau yang tidak lintas batas biasanya langsung dikasihkan paling cepat 1 minggu sesudahnya karena menunggu copynya dari BLK provinsi,” katanya. (Ndu/R7/HR-Online)

Loading...