Update Corona Kota Banjar 30 Mei 2020: 390 Pemudik Jalani Skrining Kesehatan

Update Corona Kota Banjar 30 Mei
Peta Risiko Covid-19 Kota Banjar 30 Mei 2020. Foto: Gugus Tugas

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Update Corona Kota Banjar 30 Mei 2020, sudah 390 orang pemudik yang menjalani skrining kesehatan. Hal itu disampaikan Tomy Subagja, juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Banjar.

“Sebanyak 355 pemudik dipindah ke karantina desa/kelurahan. Sementara 12 orang dirujuk ke RSU Asih Husada. Sebanyak 6 orang pemudik dipulangkan ke tempat asalnya,” kata Tomy, Sabtu (30/5/2020).

“Sementara pemudik yang telah selesai menjalani karantina sebanyak 8 orang, dan total yang dikarantina di Gelora Banjar Patroman (GBP) sebanyak 9 orang,” tambahnya.

Total pemudik yang pulang kampung ke Kota Banjar per hari ini mencapai 5.384 orang yang tersebar di 4 kecamatan di Kota Banjar.

Kecamatan Langensari tercatat sebagai wilayah yang paling banyak menerima pemudik yaitu sebanyak 2.722 orang. Disusul Kecamatan Banjar sebanyak 1.087 pemudik, Kecamatan Pataruman 1.059 pemudik, dan Kecamatan Purwaharja sebanyak 516 pemudik.

Selain itu, update Corona Kota Banjar 30 Mei, menunjukkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini sebanyak 24 orang. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kota Banjar 2 orang.

Lalu jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang menjalani perawatan di RSUD Kota Banjar sebanyak 15 orang. PDP yang isolasi mandiri di rumahnya 20 orang, dan PDP meninggal 18 orang.

Sementara kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 7 orang. Namun sudah sembuh 6 orang dan 1 orang meninggal dunia. Sehingga tidak ada lagi kasus positif Covid-19 di Kota Banjar.

Meskipun begitu, 39 orang dinyatakan reaktif Covid-19 berdasarkan rapid test. Tes cepat atau rapid test ini merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan antibodi dalam tubuh seseorang untuk melawan virus.

Untuk seseorang dinyatakan positif Covid-19 maka diperlukan swab test yang mendeteksi langsung keberadaan virus Corona. Sehingga meskipun reaktif Covid-19 berdasarkan rapid test belum tentu tekonfirmasi positif Corona.

Karena itu setelah rapid test reaktif, maka diperlukan swab test untuk mendeteksi keberadaan virus Corona. Jika hasil swab test positif, maka baru dikatakan positif Corona. (SBH/R7/HR-Online)

Loading...