Virus Corona Bisa Menyerang Plasenta, Riskan Terhadap Keselamatan Janin

Virus Corona Bisa Menyerang Plasenta,
Ilustrasi Virus Corona Bisa Menyerang Plasenta. Foto: istimewa

Virus Corona bisa menyerang plasenta, hal ini sesuai dengan informasi dari sebuah penelitian belum lama ini.

Perlu anda ketahui, virus Corona sangat berbahaya terhadap ibu hamil dimana dapat mengganggu pengiriman oksigen serta nutrisi pada janin.

Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan pada American Journal Of Clinical Pathology dan dikutip oleh New York Post, menyatakan bahwa semua plasenta peserta yang diuji menunjukkan adanya tanda-tanda kerusakan.

Para peneliti tersebut menyatakan bahwa plasenta mereka yang terinfeksi virus perlu diadakan pemantauan yang lebih dekat lagi.

Virus Corona Bisa Menyerang Plasenta

Virus Corona atau biasa disebut dengan Covid-19 sepertinya masih belum berhenti untuk menyerang berbagai anggota tubuh manusia.

Sebagaimana yang kita tahu, virus Corona menyerang saluran pernafasan dengan salah satu gejalanya berupa batuk kering.

Tak cukup sampai disitu saja, temuan studi terbaru yang disinggung diatas menyebutkan bahwa Corona juga bisa menginfeksi plasenta sehingga mengancam kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

Fakta Mengenai Virus Corona Bisa Menyerang Plasenta

Virus Corona pertama kali muncul di Wuhan China pada awal Desember 2019 lalu dan akhirnya menyebar ke berbagai negara lain, salah satunya negara kita Indonesia.

Terdapat beberapa kasus Covid-19 yang telah dipublikasikan terjadi selama masa kehamilan serta kemungkinan terjadinya penularan vertikal antara ibu dan janin.

Baca juga: Benarkah Penyakit Virus Corona Bisa Turunkan Kesuburan Pria? Ini Penjelasan Ahli!

Hal ini tentunya menghadirkan kekhawatiran tersendiri bahwa janin mungkin sangat beresiko terkena dampak Covid-19 bawaan.

Beberapa infeksi virus dalamĀ  waktu terakhir telah menunjukkan adanya kemampuan yang dapat melewati plasenta serta menginfeksi janin. Apakah hal ini juga akan berlaku pada temuan virus Corona bisa menyerang plasenta?

Sesuai dengan penelitian yang telah dipublikasi oleh Journal of American Medical Assosiation, memberikan laporan bahwa bayi yang baru lahir dengan gawat janin serta lahir meninggal terjadi seusai sang ibu mengalami kontraksi virus selama trimester ketiga. 

Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan adanya infeksi plasenta yang diinduksi virus Corona Covid-19.

Dampak Virus Corona Menginfeksi Plasenta pada Ibu Hamil

Para peneliti telah mengamati 16 wanita hamil dengan Covid-19 selama proses pengujian rutin pada Northwestern Medicine Prentice Women’s Hospital dari tanggal 18 Maret hingga 5 Mei 2020.

Dalam penelitian virus Corona bisa menyerang plasenta tersebut, diketahui bahwa dari 16 wanita hamil setidaknya 12 diantaranya mempunyai jenis cidera yang disebut dengan malperfusi vaskular yang bisa menyebabkan gangguan aliran darah dari ibu ke janin.

Selanjutnya, enam dari mereka mempunyai bekuan darah pada plasenta. Dengan adanya penyerangan virus Corona pada plasenta ibu hamil ini, bisa menghambat fungsi plasenta untuk memberikan asupan oksigen serta nutrisi yang berasal dari aliran darahnya ibu ke janin.

Selain itu, juga dapat keluarkan produk limbah dari darahnya bayi. Dari ke 16 wanita hamil tersebut, 15 wanita melahirkan bayi secara sehat, sedangkan 1 wanita mengalami keguguran.

Namun dari semua bayi yang dites serta positif terinfeksi virus Corona Covid-19, tidak ada satu pun yang dapat selamat.

Langkah Antisipasi Virus Corona pada Ibu Hamil

Dengan adanya kasus virus Corona bisa menyerang plasenta ini, para peneliti mengakui kecilnya ukuran penelitian tersebut. Namun mereka juga menyatakan bahwa dengan adanya temuan tersebut, telah menyoroti tentang bagaimana virus Corona bisa mempengaruhi kehamilan.

Hal ini bukan bermaksud untuk memberikan gambaran yang menakutkan khususnya bagi para wanita, akan tetapi dengan adanya temuan ini cukup membuat masyarakat khawatir.

Baca juga: Pemakaian Masker Anti Virus Corona Timbulkan Gangguan Kulit, Ini Cara Mengatasinya!

Oleh karena itu, sebagai langkah antisipasi, para dokter bisa mulai uji pengiriman oksigen dari plasentanya selama masa kehamilan. Selain itu, tetap mengikuti pertumbuhan bayi dengan menggunakan ultrasound.

Terdapat beberapa laporan yang menyatakan bahwa ibu hamil yang positif terinfeksi virus Corona kemungkinan besar dapat melahirkan secara prematur.

Akan tetapi, dengan adanya kasus tersebut, para peneliti belum menjelaskan apakah kelahiran secara prematur tersebut disebabkan karena adanya efek Corona pada janin atau merupakan salah satu langkah medis yang diambil oleh para dokter dengan adanya faktor lain.

Dalam menangani serta mengantisipasi virus Corona bisa menyerang plasenta pada ibu hamil tersebut, tentu diperlukan langkah dalam mengubah cara kita mengenai bagaimana memantau wanita hamil dari serangan virus Corona secara tepat. Hal ini bertujuan untuk menekan penyerangan Covid-19 pada wanita hamil khususnya. (R10/HR-Online)

Loading...