Usai Sahur, Warga Ciamis Tangkap Ular Sanca Kembang 3 Meter Pemangsa Ayam

Usai Sahur, Warga Ciamis Tangkap Ular Sanca Kembang 3 Meter Pemangsa Ayam
Ular sanca kembang berukuran panjang 3 meter, yang berhasil ditangkap warga Nagrak, Lingkungan Cibeureum, Kelurahan Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, Senin (11/5/2020) pagi. Foto:Fahmi/HR

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Seekor ular sanca kembang berukuran panjang 3 meter, berhasil ditangkap warga Nagrak, Lingkungan Cibeureum, Kelurahan Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (11/5/2020) pagi, usai santap sahur.

Ular sanca tersebut selama ini cukup meresahkan warga setempat, karena kerap memangsa ternak milik warga. Saat ditangkap, ular tersebut tengah memangsa seekor ayam di salah satu kandang milik warga.

Warga yang pertama kali menangkap ular sanca tersebut adalah Jaja Jaenudin (36). Usai santap sahur, Jaja mendengar suara ayam miliknya yang berada di kandang gaduh.

“Ketika saya cek ke kandang, ternyata sudah ada ular sanca berukuran cukup besar dan terlihat sedang memakan seekor ayam,” ujarnya.

Jaja mengaku tak berani menangkap ular sanca tersebut sendirian. Ia pun meminta bantuan warga lainnya untuk menangkap ular tersebut. Setelah beberapa saat, warga pun berhasil menangkap ular sanca kembang tersebut.

Ibu RT lingkungan setempat, Cicih, menuturkan, ular sanca tersebut memang sudah lama dicari warga. Pasalnya, banyak warga yang mengeluh hewan ternaknya banyak yang hilang dimangsa ular sanca.

Kata dia, meski lokasinya berada di daerah perkotaan, kemungkinan ular sanca tersebut bersembunyi di perkebunan milik warga, sehingga sulit ditemukan.

“Panjang ularnya sekitar 2-3 meter lebih dengan berat 6 kilogram. Setelah berhasil ditangkap warga, ular tersebut disimpan dalam karung. Jika ada yang minat silahkan bawa kesini, asal jangan dibunuh,” katanya.

Lebih lanjut Cicih mengatakan, penangkapan ular sanca tersebut bukan yang pertama kalinya. Beberapa tahun lalu, warga setempat juga menemukan dan menangkap ular sanca berukuran lebih besar yang kerap memangsa ternak milik warga. (Fahmi2/R8/HR Online)