364 Calon Jamaah Haji Asal Pangandaran Gagal Berangkat Tahun Ini

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, saat hadir dalam sosialisasi pembatalan pemberangkatan ibadah haji. Foto: Enceng/HR.
Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, saat hadir dalam sosialisasi pembatalan pemberangkatan ibadah haji. Foto: Enceng/HR.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Sebanyak 364 calon jemaah haji Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, gagal berangkat ke Tanah Suci akibat pandemi Covid-19. Hal itu dikarenakan adanya Surat Keputusan (SK) Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Pemberangkatan Calon Jamaah Haji Tahun 2020.

Dengan adanya SK tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, melakukan sosialisasi kepada para calon jamaah haji yang gagal diberangkatkan. Sosialisasi kali ini berlangsung di Gedung Islamic Center Kecamatan Pangandaran.

Kepala Kemenag Kabupaten Pangandaran, Cece Hidayat, mengatakan, sosialisasi pembatalan pemberangkatan ibadah haji disampaikan pihaknya langsung kepada para calon jemaah. Terutama mereka yang gagal berangkat di tahun ini agar semuanya memahami kondisi saat ini.

“Kita akan sosialisasikan di tiap kecamatan. Jika hanya disosialisasikan melalui media sosial, takutnya ada yang tidak paham. Jika sosialisasi langsung kan bisa langsung menanyakan,” terangnya, Kamis (25/06/2020).

Selain itu, lanjut Cece, dokumen paspor juga diserahkan pihaknya kepada para calon jemaah haji yang gagal berangkat di tahun ini. Paspor tersebut bisa dimanfaatkan untuk perjalanan umroh atau perjalanan lain ke luar negeri.

“Masyarakat yang gagal berangkat tahun ini, maka tahun 2021 nanti akan diundang kembali,” terang Cecep.

Sementara itu, Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, yang hadir dalam sosialisasi itu, mengatakan, dirinya sengaja hadir dalam acara tersebut. Mengingat ini merupakan hal yang sangat sensitif, dan tentunya sangat mengecewakan banyak orang.

“Namun, keputusan Menteri Agama itu semata demi keselamatan dan kesehatan semua, dan tentunya untuk menekan penyebaran virus Corona. Jika ada rasa kecewa itu manusiawi, karena setelah menunggu selama 9 tahun ternyata tidak jadi berangkat akibat pandemi Covid-19,” katanya.

Jeje juga mengatakan, para calon jamaah haji yang gagal berangkat tahun ini, maka akan diberangkatkan pada tahun berikutnya. Mereka juga akan diberikan seragam yang ditahun sebelumnya tidak diberikan. (Cenk/R3/HR-Online)

Aegis Boost Pro