Akibat Revolusi Bulan yang Dapat Dilihat Dari Bumi, Seperti Apa?

Akibat Revolusi Bulan yang Dapat Dilihat Dari Bumi, Seperti Apa?
Ilustrasi Akibat Revolusi Bulan. Foto Istimewa

Akibat revolusi bulan yang merupakan satelit Bumi ini memiliki dampak atau pengaruh yang besar terhadap apa yang terjadi di kehidupan semesta planet ini. Sama halnya dengan Bumi, bulan juga mengalami revolusi.

Revolusi bulan merupakan proses perputaran bulan pada porosnya dan mengelilingi Bumi. Peristiwa yang diakibatkan oleh satelit ini dapat dilihat dari Bumi. Lalu, apa saja yang mempengaruhi dari proses revolusi bulan tersebut? Mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

Akibat Revolusi Bulan

Bulan adalah satelit Bumi yang juga merupakan bagian dari galaksi tata surya. Seperti yang diketahui, jika setiap planet mempunyai satelit yang mengelilinginya. Bulan bergerak mengitari Bumi sepanjang waktu.

Sedangkan satelit ini adalah satelit terbesar kelima dalam urutan sistem tata surya. Bulan juga memancarkan sinar, namun sinar yang ia pancarkan dan terlihat dari Bumi merupakan sebuah pantulan.

Pantulan tersebut berasal dari sinar matahari. Jadi, dapat dikatakan jika bulan bukanlah bintang yang dapat bersinar. Ia hanya memantulkan sinar matahari dan dapat terlihat dari Bumi.

Bulan juga melakukan revolusi seperti Bumi. Ia mengitari Bumi pada porosnya. Sehingga, mempengaruhi beberapa peristiwa yang dapat kita lihat di Bumi.

Peristiwa Akibat Revolusi Bulan

Banyak peristiwa yang dapat disebabkan oleh proses revolusi tersebut. Berikut adalah beberapa peristiwa yang dipengaruhi proses tersebut. Diantaranya:

Pasang Surut Air Laut

Hal yang dimaksud adalah terjadinya pasang air laut yang mengakibatkan permukaan air laut yang juga mengalami kenaikan. Sementara jika laut surut, maka permukaan air laut juga mengalami penurunan.

Posisi air laut akan menghadap ke bulan yang tertarik oleh gaya gravitasi Bulan dan mengakibatkan air laut mengalami pasang. Kemudian hal yang terjadi akibat revolusi bulan adalah air laut yang tidak menghadap satelit akan mengalami penurunan dan surut.

Hal ini biasa terjadi bahkan dapat mengalami beberapa peristiwa besar saat terjadi fase bulan seperti Supermoon dan lain sebagainya.

Terjadi Peristiwa Gerhana Bulan

Apabila anda sering atau pernah menyaksikan peristiwa gerhana bulan, maka inilah salah satu dampak adanya proses revolusi bulan yang terlihat dari Bumi.

Peristiwa gerhana bulan terjadi pada saat bulan ada di posisi garis lurus dengan matahari dan juga Bumi. Hal tersebut terjadi saat Bumi terletak pada tengah-tengah keberadaan matahari dan bulan.

Bulan yang posisinya berada di belakang Bumi akan mengalami peristiwa gerhana. Akibat revolusi bulan ini yakni sinar matahari yang harusnya sampai ke satelit terhalang Bumi. Dapat dikatakan jika gerhana bulan terjadi karena bulan berada di bayangan Bumi.

Peristiwa Frase Bulan dan Pergerakannya

Dampak dari revolusi bulan selanjutnya adalah perubahan dari penampakan bulan ketika mengitari Bumi. Peristiwa ini disebut juga dengan fase bulan. Fase ini dikelompokkan dalam empat fase, yakni fase bulan sabit, fase bulan mati, fase bulan separuh, juga fase bulan penuh dan fase bulan seperempat.

Fase bulan sabit ini terjadi satu minggu setelah terjadi bulan baru. Biasanya terlihat pada langit bagian barat setelah matahari tenggelam.

Fase bulan mati adalah fase yang terjadi saat berada di fase bulan baru. Peristiwa akibat revolusi bulan yang terjadi saat satelit alami ini ada di antara matahari dan Bumi. Fase bulan separuh terjadi saat permukaan bulan yang menghadap ke Bumi.

Kemudian setengahnya lagi terkena sinar matahari. Oleh karena itu, bulan akan terlihat separuh jika dari Bumi. Sedangkan fase bulan penuh dan seperempat adalah posisi sinar bulan yang terlihat sempurna. Hal ini juga dapat dikatakan sebagai bulan purnama.

Terjadi Peristiwa Gerhana Matahari

Peristiwa ini juga dapat dikatakan saat matahari tertutup oleh bulan. Sehingga mengakibatkan sinar matahari yang ke Bumi menjadi terhalang. Posisi bayangan penumbra dan umbra bulan ada di bayangan matahari atau juga menutupi sinar matahari. Hal ini juga dapat dikatakan jika bulan berada di antara matahari dan Bumi.

Akibat revolusi Bulan ini terdapat empat peristiwa gerhana matahari yang berdasarkan letak satelit. Dimana berupa gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, gerhana matahari cincin, dan juga gerharana matahari hibrid. (R10/HR-Online)