Jumat, Januari 28, 2022
BerandaBerita JabarAntisipasi Terjadi Gelombang Kedua Covid-19 di Jawa Barat

Antisipasi Terjadi Gelombang Kedua Covid-19 di Jawa Barat

Berita Jabar (harapanrakyat.com),- Untuk mengantisipasi terjadinya gelombang kedua Covid-19 di Jawa Barat, Gugus Tugas Covid-19 Provinsi membuka kembali kegiatan di beberapa sektor secara bertahap.

Potensi penularan virus corona (Covid-19) di pasar tradisional saat ini tergolong tinggi. Terlebih pedagang di beberapa pasar tradisional di Jabar sudah ada yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Oleh sebab itu, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat mengambil langkah dengan memfokuskan tes masif yang digelar di 700 pasar se-Jawa Barat.

Menurut Ketua Gugus Tugas Covid-19 Jabar, Ridwan Kamil, ketidakdisiplinan para pedagang dan juga pembeli dalam penggunaan masker, jaga jarak, dan adanya kerumunan, menjadi pemicu munculnya kasus positif Covid-19 di pasar tradisional.

“Kami meyakini kalau pembeli maupun penjual banyak yang tidak disiplin memakai masker. Sehingga, pembeli bisa tertular dari penjual, begitu pula penjual bisa tertular dari pembeli,” kata Ridwan Kamil, saat jumpa pers bersama insan media, Jum’at (12/06/2020), di Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Ia juga menyebutkan, sebanyak 627 Mobile Covid-19 Test dan Laboratorium Moblie BSL3 (Bio Safety Level 3) dari PT Bio Farma (Persero), disiapkan oleh Gugus Tugas Jabar.

Semua itu dipersiapkan untuk mengambil sampel dari pedagang dan pembeli di pasar tradisional. Tes masif yang dilakukan meliputi rapid test dan swab test atau test usap.

Ridwan Kamil juga mengatakan, sebelum dilakukan test masif, terlebih dahulu akan dilaksanakan sosialisasi serta komunikasi yang memadai. Tujuannya untuk mengantisipasi adanya penolakan test masif. Seperti yang terjadi di beberapa daerah.

“Saya telah berkoordinasi dengan TNI dan Kepolisian untuk mengawal pelaksanaan pengetesan ini. Jadi tidak ada lagi penolakan di masyarakat akibat kurangnya sosialisasi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, total ada 700 pasar yang bakal dilakukan pengetesan. Ini bertujuan agar tidak ada pedagang di pasar yang terkena Covid-19, yang dapat mengakibatkan kerugian. Yakni berupa penutupan pasar dengan jangka waktu waktu yang tidak ditentukan.

Antisipasi Gelombang Kedua

Sejak diterapkannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) secara proporsional, Gugus Tugas Covid-19 Jabar secara bertahap membuka kembali kegiatan di sejumlah sektor.

Untuk tahap pertama membuka kembali kegiatan di rumah ibadah. Kemudian, kegiatan yang berdampak besar terhadap perekonomian, namun tingkat risiko penularan Covid-19 kecil.

Seperti halnya sektor industri dan perkantoran. Lalu, disusul dengan dibukanya kembali sektor perdagangan, pendidikan, dan pariwisata.

Menurut Ridwan Kamil, pembukaan kembali kegiatan di sejumlah sektor dilakukan secara bertahap. Hal itu sebagai antisipasi terjadinya gelombang kedua Covid-19 di Jabar.

Khusus untuk sektor pariwisata, Ridwan Kamil merekomendasikan kepada para kepala daerah di Jawa Barat untuk membuka lagi destinasi wisata outdoor.

“Sektor pariwisata yang didahulukan yaitu pariwisata outdoor dan hanya siang hari. Jadi, untuk hiburan malam atau yang sifatnya pariwisata malam, kami belum merekomendasikan. Meskipun diskresi tetap adanya di pemerintah daerah kota/kabupaten,” terangnya.

Ridwan Kamil juga mengatakan, rekomendasi itu merujuk pada Covid-19 gelombang kedua di Korea Selatan. Yang mana penularannya terjadi pada destinasi wisata malam.

“Selain itu, pendidikan juga masih kami tahan. Merujuk kasus Covid-19 di Prancis, di Korea Selatan dan di Israel, klaster pendidikan tinggi. Sehingga, pendidikan per hari ini belum kami buka dulu hingga situasinya aman,” katanya. (Eva/R3/HR-Online)

- Advertisment -