Aplikasi Viva Video, Layanan Edit Video yang Cukup Berbahaya

Aplikasi Viva Video, Layanan Edit Video yang Cukup Berbahaya
Aplikasi Viva Video. Foto Istimewa

Aplikasi Viva Video ternyata salah satu aplikasi yang menyimpan bahaya bagi para penggunanya. Berdasarkan laporan dari VPNPro, dijelaskan bahwa aplikasi yang terdapat pada Android serta yang sudah diunduh lebih dari 100 juta kali ini disebut adalah salah satu aplikasi mata-mata dari Tiongkok.

Aplikasi ini ditemukan serta terindentifikasi oleh para peneliti keamanan siber termasuk dalam aplikasi spyware yang dapat mengakses atau bahkan melakukan pencurian data pengguna.

Para ahli VPNPro telah memperingatkan bagi para pengguna mengenai aplikasi pengeditan video populer yang berisi spyware yang cukup berbahaya tersebut.

Mengenal Aplikasi Viva Video

Para pengguna Android yang telah menggunakan layanan video edit yang cukup populer, Viva Video, hendaknya harus lebih berhati-hati.

Hal ini dikarenakan aplikasi tersebut dilaporkan sebagai aplikasi yang cukup berbahaya (spyware) oleh perusahaan keamanan siber VPNpro.

Dalam laporan terbarunya yang telah dirilis beberapa pekan lalu, mengklaim bahwa aplikasi yang dapat diunduh secara cuma-cuma tersebut ternyata meminta beberapa permission yang tidak wajar. Salah satunya adalah lokasi para pengguna melalui GPS.

Baca juga: Aplikasi untuk Menggabungkan Video Secara Mudah dan Praktis pada Android

Viva Video merupakan salah satu layanan besutan QuVideo Inc yang cukup mudah digunakan oleh para penggunanya.

Melalui aplikasi Viva Video ini, anda dapat menambahkan beragam efek untuk menciptakan sebuah video yang cukup spesial.

Viva Video memiliki interface yang cukup mudah, sehingga selain dapat menambahkan beberapa efek ke dalam video yang sedang diedit, anda juga dapat menambahkan teks atau sticker pada video tersebut.

Hingga saat ini aplikasi ini telah diinstal lebih dari 100 juta kali oleh para pengguna Android. Bahkan di Play Store pun Viva Video telah memperoleh rating 4,5.

Namun dengan kepopulerannya tersebut, tanpa kita ketahui sebelumnya, aplikasi ini menyimpan hal yang cukup berbahaya bagi para penggunanya.

Hal Berbahaya dari Aplikasi Viva Video

Berikut ini beberapa hal berbahaya dari Viva Video yang perlu anda ketahui:

Monetisasi Data

Berdasarkan informasi dari Security Magazine pada 8 Juni 2020 lalu, menyatakan bahwa Viva Video meminta beberapa izin berbahaya dari pengguna smartphone yang telah menggunakan layanan ini.

Izin yang diminta antara lain berupa membaca serta menulis file ke driver eksternal. Selain itu, membaca lokasi pengguna dengan menggunakan GPS.

Padahal untuk dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seharusnya aplikasi ini tidak memerlukan izin-izin tersebut.

Kemungkinan Adanya Penjualan Data Kepada Pihak Ketiga

Dengan adanya permintaan izin dari aplikasi Viva Video kepada para penggunanya, hal ini selain dapat melanggar privasi anda, pihak pengembang juga bisa menjual data para pengguna kepada pihak ketiga dengan jumlah yang cukup besar.

Data para pengguna tersebut dapat disalahgunakan, bahkan dapat dipakai untuk kegiatan yang berbahaya. Oleh karena itu, hal ini menjadikan Viva Video sebagai salah satu layanan yang cukup berbahaya untuk ponsel anda.

Aplikasi Lain Besutan QuVideo yang Cukup Berbahaya

Viva Video yang dibuat oleh QuVideo ini memiliki sejumlah nama yang berbeda, akan tetapi merupakan layanan yang serupa.

Layanan tersebut diantaranya Viva Video Pro, VivaCut, Vidstatus, Tempo, serta SlidePlus. Sejumlah aplikasi tersebut telah diunduh 157 juta kali oleh para pengguna smartphone yang ada di berbagai belahan dunia.

Sederet aplikasi Viva Video tersebut telah dinyatakan sebagai aplikasi yang cukup berbahaya. Hal ini dengan alasan meminta sejumlah akses yang dapat membahayakan bagi para ponsel pengguna.

Baca juga: Ini 5 Aplikasi Editing Video Terbaik di Smartphone

Bahkan pada aplikasi VidStatus, telah dianggap cukup berbahaya oleh pihak Microsoft. Hal ini dikarenakan pada aplikasi tersebut telah diketahui dibekali dengan adanya program trojan yang cukup berbahaya dengan nama “Trojan:Android/AndroRat”.

Aplikasi tersebut cukup berbahaya karena meminta akses pada sejumlah data penting seperti kontak, aktivitas panggilan suara yang dilakukan oleh para pengguna, serta status ponsel.

Sesuai informasi yang dirangkum dari VPNpro pada 3 Juni 2020 lalu, menyatakan bahwa trojan yang telah ditemukan pada aplikasi tersebut disalahgunakan untuk menguras rekening atau akun Paypal pengguna.

Dengan adanya fakta yang menyebutkan bahwa aplikasi Viva Video merupakan layanan yang cukup berbahaya, maka para pengguna pun diminta untuk menghentikan penggunaan aplikasi tersebut demi keamanan data pribadi mereka. (R10/HR-Online)