Bahasa Arab ke Indonesia, Sejarah dan Perkembangannya

Bahasa Arab Ke Indonesia
Ilustrasi Bahasa Arab Ke Indonesia. Foto: Istimewa

Bahasa Arab ke Indonesia bersamaan dengan datangnya Islam ke nusantara. Bahasa Arab menjadi bahasa kitab suci agama Islam, yakni Al-Qur’an.

Bahasa Arab disebut juga sebagai bahasa yang mendapat garansi serta proteksi Illahi.  Bahasa Arab jadi bagian yang tak bisa dipisahkan dalam sejarah perkembangan dunia Islam.

Dalam sekian banyak bahasa yang terdapat di dunia, bahasa Arab dianggap sebagai bahasa yang paling banyak menyandang atribut.

Bahasa Arab sering disebut juga dengan agama umat Islam, bahasa dhad, serta bahasa warisan sosial budaya. Terdapat beberapa teori yang menjelaskan mengenai sejarah masuknya bahasa Arab ke Tanah Air.

Akan tetapi, teori-teori yang telah ada hingga saat ini belum final serta masih banyak kajian-kajian yang harus dihadirkan melalui penafsiran baru dari kalangan sejarawan yang berhubungan dengan penyebaran Islam ke nusantara.

Sejarah Bahasa Arab ke Indonesia

Masuknya bahasa Arab ke Indonesia seiring dengan masuknya Islam antara abad ke-7 hingga abad ke-8 M melalui para pedagang yang berasal dari Arab serta Persia.

Selanjutnya, Islam mulai berkembang di Indonesia pada abad ke-11 hingga abad ke-12. Hal ini berarti usia bahasa Arab di nusantara telah mencapai 12 abad.

Dalam rentang waktu yang cukup panjang itulah, bahasa Arab telah menjadi bagian yang sangat penting dalam ekspresi budaya suku-suku bangsa di nusantara.

Baca juga: Sejarah Islam di Indonesia Terangkum dalam Beberapa Teori

Masuknya bahasa Arab ke Indonesia yang akhirnya dipelajari sebagai salah satu alat yang dapat digunakan untuk memperdalam pengetahuan Agama Islam.

Bahkan huruf Arab atau lebih dikenal dengan huruf Hija’iyah pernah menjadi huruf yang digunakan untuk menulis di Indonesia menjelang Perang Dunia I.

Saat itu pemerintah Belanda mengganti huruf Arab menjadi huruf latin serta berupaya secara sistematis untuk melemahkan pengaruh bahasa Arab di nusantara.

Pada masalah inilah, peran bahasa Arab di Indonesia mengalami kemunduran serta hanya dipelajari pada pondok-pondok pesantren.

Dalam pondok pesantren pun, bahasa Arab tidak dipelajari secara penuh sebagai alat komunikasi. Akan tetapi, hanya sebatas sebagai alat untuk mempelajari kitab-kitab keagamaan.

Hal ini menimbulkan kesan bahwa bahasa Arab hanya layak dipelajari oleh para santri di pondok pesantren.

Perkembangan Bahasa Arab ke Indonesia

Ketika Belanda menjajah Indonesia, mahasiswa Indonesia banyak yang melanjutkan ke beberapa perguruan tinggi di Timur Tengah.

Para mahasiswa tersebut mempelajari bahasa Arab bukan sebagai alat untuk mempelajari Islam, akan tetapi mereka benar-benar ingin mempelajari bahasa Arab.

Dalam hal ini, mereka menjadi mahasiswa yang ahli di bidang bahasa Arab serta mampu menggunakan bahasa Arab secara aktif.

Para mahasiswa tersebut mampu menguasai empat segi kemahiran bahasa, diantaranya menulis, berbicara, serta menyimak.

Setelah para mahasiswa yang belajar di Timur Tengah kembali ke Tanah Air, mereka melakukan pembaharuan metode dalam pengajaran bahasa Arab.

Dengan menggunakan metode yang telah diperbaharui tersebut, maka bahasa Arab dapat dikembangkan serta disebarluaskan di Indonesia.

Pada akhirnya mereka berhasil membentuk para ahli bahasa Arab serta menghasilkan alumni yang dapat menggunakan bahasa Arab secara aktif sebagai salah satu alat komunikasi dalam berbagai keperluan.

Peran Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia

Setelah masuknya bahasa Arab ke Indonesia, hal tersebut memiliki peranan penting dalam pembentukan bahasa Indonesia. Ini dikarenakan bahasa Indonesia yang merupakan multibahasa.

Keragaman bahasa dapat hadir dengan adanya alih kode. Pada umumnya, alih kode tersebut dapat menghasilkan pinjaman bahasa.

Baca juga: Ibadah Haji 2020 Batal, Terjadi untuk yang Kesekian Kali dalam Sejarah

Hal seperti ini dapat dengan mudah kita lihat dengan hadirnya beragam bahasa asing maupun bahasa daerah di Indonesia.

Demikian pula dengan bahasa Arab yang telah lama masuk ke Indonesia melalui para pedagang muslim, musafir, atau para mubalig yang berasal dari Persia, Arab, dan Gujarat.

Terkait sejarah bahasa Arab ke Indonesia, diketahui juga bahwa bahasa Indonesia tidak hanya mengadopsi istilah-istilah yang berasal dari bahasa Arab saja.

Akan tetapi, juga aksara Arab (Hija’iyah) yang pada akhirnya banyak yang disesuaikan dengan adanya pengucapan lokal.

Salah satu bahasa yang banyak menerima pengaruh dari bahasa Arab dalam istilah serta aksaranya adalah bahasa Melayu yang selanjutnya diangkat menjadi bahasa nasional Indonesia.

Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa masuk dan berkembangnya bahasa Arab dimulai sejak masyarakat Indonesia memeluk agama Islam.

Masuknya bahasa Arab ke Indonesia dipelajari tidak hanya untuk memperdalam pengetahuan agama Islam, akan tetapi lebih ke pemahaman bahasa Arab sehingga menjadikan setiap orang yang mempelajarinya dapat menggunakannya secara lebih aktif. (R10/HR-Online)