Benzena dan Turunannya, Penjelasan, Sifat, Beserta Kegunaannya

Benzena dan Turunannya
Ilustrasi Benzena dan Turunannya. Foto: Istimewa

Benzena dan turunannya merupakan bahan kimia yang sering dimanfaatkan di dalam industri kimia. Dimana berperan sebagai prekusor dalam sintesis beragam bahan kimia lainnya.

Benzena dikelompokkan ke dalam senyawa hidrokarbon aromatik. Ketika pertama kali ditemukan, senyawa jenis ini mempunyai aroma yang khas.

Itulah mengapa disebut sebagai aromatik. Akan tetapi, saat ini aromatik dikaitkan dengan sifat-sifat khas tertentu dan juga struktur.

Sehingga tidak lagi hanya berkaitan dengan aroma yang ditimbulkan saja. Sebab, akhir-akhir ini telah diketahui terdapat senyawa aromatik yang tidak menimbulkan bau.

Benzena dan Turunannya, Penjelasan, Sifat, Beserta Kegunaannya

Struktur ini pertama kali diungkap di tahun 1865 oleh Kekule. Menurut Kekule, keenam atom carbon dalam benzena disusun secara melingkar.

Kemudian membentuk segi enam secara beraturan dengan sudut ikatan masing-masing sebesar 120 derajat. Benzena memiliki rumus molekul C6H6.

Rumus molekul dari benzena ini memperlihatkan sifat ketidakjenuhan dengan ikatan rangkap. Meskipun demikian, ketika dilakukan uji bromin, benzena tidak memperlihatkan sifat ketidakjenuhan tersebut.

Hal tersebut dikarenakan benzena dan turunannya tidak bisa melunturkan warna dari air bromin. Pada dasarnya, benzena ini memiliki sifat fisis dan sifat kimia.

Sifat Fisis dan Sifat Kimia Benzena

Baik benzena serta turunannya merupakan zat cair yang mudah menguap. Selain itu, juga tidak memiliki warna dan berbau khas seperti minyak tanah.

Memiliki titik leleh 5,53 derajat Celcius dan titik didih pada suhu 80,1 derajat Celcius. Benzena ini juga merupakan senyawa non polar, yang mana tidak mudah larut di dalam air.

Baca juga: Komponen Biotik dan Abiotik dalam Suatu Ekosistem

Namun, dapat larut di dalam pelarut non polar. Seperti halnya CCI4, aseton, dan juga eter. Benzena juga dapat mengalami reaksi substitusi maupun reaksi adisi.

Senyawa-senyawa yang dihasilkan dari reaksi substitusi atom hidrogen pada benzena dikenal sebagai senyawa turunan benzena. Sehingga membuatnya bersifat kurang reaktif.

Hal tersebut juga disebabkan karena ikatan terkonjugasi yang mengalami resonansi. Kemudian membuat ikatan di dalam benzena dan turunannya menjadi sangat stabil.

Oleh karena itulah, reaksi terhadap benzena pada dasarnya membutuhkan katalis guna mempercepat reaksi. Bukan hanya itu saja, benzena juga mudah mengalami reaksi substitusi elektofilik.

Dimana menyebabkan benzena mempunyai berbagai jenis senyawa turunan. Turunan benzena ini merupakan semua senyawa karbon yang mengandung cincin benzena. Secara umum, ada beberapa benzena serta turunannya yang dapat kita ketahui.

Toluena

Toluena sering dikenal sebagai fenilmetana maupun metilbenzena. Memiliki bau harum seperti benzena. Ini merupakan cairan bening yang tidak berwarna dan tidak larut di dalam air. Terutama dengan aroma seperti pengencer cat.

Toluena ini merupakan hidrokarbon aromatik yang dimanfaatkan secara luas untuk stok umpan industri. Selain itu, benzena dan turunannya ini juga digunakan sebagai pelarut.

Seperti halnya pelarut-pelarut lainnya, toluena ini juga diaplikasikan sebagai obat inhalan. Sebab, memiliki sifat yang memabukkan.

Fenol

Masih berbicara mengenai benzena serta turunannya. Fenol atau disebut sebagai benzenol atau asam karbolat merupakan zat kristal.

Tidak memiliki warna, akan tetapi memiliki bau yang khas. Bila digambarkan secara rumus kimia, fenol dapat dituliskan sebagai C6H5OH.

Selain itu, strukturnya mempunyai gugus hidroksil -OH yang memiliki kaitan dengan cincin fenil. Benzena dan turunannya ini berfungsi sebagai pembuatan obat-obatan.

Baca juga: Titrasi Asam Basa, Pengertian, Cara Kerja dan Kegunaannya

Seperti produk aspirin, pembasmi rumput liar, dan lain sebagainya. Fenol juga memiliki peranan penting di dalam sintesis senyawa aromatis yang terdapat di dalam batu bara.

Apabila fenol terkonsentrasi dapat menimbulkan pembakaran kimiawi pada kulit yang terbuka. Fenol juga berperan dari bagian komposisi beberapa anestitika oral, seperti semprotan kloraseptik.

Asam Benzoat

Asam benzoat juga menjadi bagian dari benzena dan turunannya. Memiliki rumus kimia C7H6O2 atau C6H5COOH.

Ini merupakan padatan kristal yang memiliki warna putih. Asam benzoat ini juga merupakan asam karboksilat aromatik yang memiliki bentuk paling sederhana.

Asam benzoat berasal dari kata gum benzoin yang artinya getah kemenyan. Dimana dulunya merupakan satu-satunya dijadikan sumber benzoat.

Asam benzoat berfungsi sebagai pengawet makanan. Selain itu, juga berperan sebagai prekusor yang penting. Terutama dalam mensintesis banyaknya bahan-bahan kimia lainnya.

Benzena dan turunannya memiliki ikatan rangkap terkonjugasi. Sehingga menjadikan senyawa hidrokarbon yang relatif stabil dan bersifat khas. Benzena yang stabil ditunjukkan oleh melambatnya reaksi benzena dengan halogen. (R10/HR-Online)

Loading...