Pesona Bukit Puji Ningrum, Negeri di Atas Awan Tasikmalaya

Bukit Puji Ningrum Negeri di Atas Awan Tasikmalaya
Bukit Puji Ningrum, Negeri di Atas Awan yang berada di Kabupaten Tasikmlaya. Foto: Apip/HR

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Bukit Puji Ningrum disebut-sebut sebagai Negeri di Atas Awan Tasikmalaya. Pemandangan awan di atas bukti ini jadi buruan fotografer.

Bagi mereka yang ingin melihat langsung keindahan awan dari atas bukit, perlu mengatur waktu untuk datang ke lokasi wisata di Tasikmalaya ini. Pasalnya awan hanya muncul di saat-saat tertentu saja.

Baca Juga: Tempat Wisata di Tasikmalaya yang Bikin Kangen Piknik

Bukit Negeri di Atas Awan Tasikmalaya ini terletak di Kampung Pasirhaleuang, Desa Janggala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya.

Bukit ini dapat menjadi alternatif untuk menikmati momen sunrise (matahari terbit) dengan hamparan awan putih tebal yang menyelimuti lembah dan perbukitan di sekitarnya.

Mamat Rahmat, pengelola Bukit Puji Ningrum mengatakan, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang eksotik seperti matahari terbit di atas hamparan awan tebal.

“Pengunjung juga dapat melihat daerah Sukaraja yang pernah menjadi Ibu kota Tasikmalaya (Sukapura) dari ketinggian,”  ungkap Mamat Rahmat, Selasa (30/6/2020).

Bagi penyuka wisata alam, pesona alam negeri di atas awan bisa dinikmati dengan cara menginap di atas bukit. Pengunjung bisa menyewa tenda yang disediakan pengelola.

“Pengunjung bisa masuk dari jalur Tasikmalaya-Sukaraja, kemudian belok kanan dari Desa Janggala sekitar 5 kilometer,” terangnya.

Mamat menambahkan, keberadaan Bukit Puji Ningrum terletak di antara dua kampung beda desa, yakni Kampung Pasirhaleuang, Desa Janggala dan Kampung Cihurip, Desa Sirnajaya.

“Bukit Puji Ningrum berasal dari nama penggarap ladang di bukit ini, yaitu Bi Uji, Bi Ening dan Bi Irum,” jelasnya.

Mamat juga mengatakan, bagi pengunjung yang akan berwisata ke Negeri di Atas Awan Tasikmalaya ini tak perlu khawatir dengan akses jalan menuju lokasi. Pasalnya jalan sudah beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain itu, kendaraan juga bisa parkir persis di kaki bukit.

“Semoga wisata lama ini bisa mendorong ekonomi masyarakat di sekitarnya, dengan tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan alamnya,” kata Mamat. (Apip/R7/HR-Online)

Loading...