Dexamethasone Untuk Lawan Corona, Benarkah Demikian?

dexamethasone untuk lawan corona
Obat Dexamethasone untuk lawan Corona? Foto: Ist/Net

Dexamethasone untuk lawan Corona saat ini tengah menjadi sebuah perbincangan hangat sebagai obat pertama dalam melawan virus Covid-19.

Dexamethasone terbukti menjadi obat yang mampu menyelamatkan nyawa dari pasien penderita Covid-19 dalam level yang cukup parah.

Obat jenis ini cukup mudah untuk ditemukan di apotek, bahkan dijual dengan harga yang relatif terjangkau. Dexamethasone diketahui mampu mengobati Covid-19 setelah selesai diuji dalam sebuah studi terbesar di dunia untuk dapat mencari obat yang mampu melawan wabah Covid-19.

Cek Kebenaran Dexamethasone Untuk Lawan Corona

Dexamethasone yang selama ini dikenal sebagai obat yang dapat mengatasi peradangan saat ini disebut-sebut menjadi salah satu obat pertama yang mampu mengurangi resiko kematian pada pasien terinfeksi Covid-19.

Dexamethasone diketahui mampu membantu untuk menghentikan kerusakan yang terjadi pada sistem imun tubuh yang bereaksi secara berlebihan.

Reaksi berlebihan terjadi pada tubuh tersebut yang dalam dunia kedokteran dikenal dengan badai sitokin atau Cytokine strom. Kejadian tersebut akan ditemukan pada pasien Covid-19 yang berada di dalam level cukup parah.

Menurut penelitian yang telah dilakukan di Universitas Oxford, dexamethasone untuk lawan Corona karena terbukti mampu membantu para pasien terinfeksi Covid-19 yang harus menggunakan alat bantu pernafasan, termasuk ventilator.

Penelitian yang Dilakukan

Sejumlah ilmuwan di Oxford kemudian mengadakan penelitian dengan cara memberikan dexamethasone kepada 2000 pasien yang terinfeksi Covid-19 dan ada di rumah sakit.

Laporan dari hasil pengujian tersebut kemudian dibanding dengan 4.000 pasien Corona yang tidak diberi obat anti peradangan tersebut.

Hasilnya memperlihatkan bahwa dexamethasone untuk lawan Corona memang terbukti mengurangi resiko kematian, bahkan dari 28 hingga 40 persen pasien Corona yang dirawat dengan menggunakan alat bantu pernafasan.

Sementara itu, untuk pasien yang menggunakan oksigen sebagai alat bantu, resiko kematian dapat berkurang dari 20 hingga 25 persen.

Para ilmuwan mengungkapkan bahwa obat ini merupakan satu-satunya obat yang sejauh ini membuktikan dapat menurunkan resiko kematian dan juga penurunan yang dihasilkan terbilang cukup signifikan.

Sebuah Terobosan Besar

Dengan ditemukannya dexamethasone untuk lawan Corona ini, tentu menjadi sebuah terobosan besar. Bagaimana tidak, obat jenis ini merupakan obat dengan harga yang murah dan dapat dengan mudah ditemukan di pasaran.

Dexamethasone merupakan obat perawatan steroid dengan dosis rendah yang mampu menjadi sebuah perisai untuk melawan virus yang sangat mematikan tersebut.

Obat ini merupakan salah satu bagian dari percobaan besar yang pernah dilakukan di dunia yang telah berhasil menguji apakah obat ini dapat bekerja secara efektif untuk melawan virus Corona.

Telah Digunakan Sejak Tahun 1960-an

Dexamethasone sendiri telah digunakan sejak awal tahun 1960-an dan dijadikan sebagai obat untuk mengobati berbagai kondisi. Berbagai kondisi yang dimaksud tersebut seperti terjadinya rheomatoid dan juga asma.

Seandainya saja obat tersebut sudah digunakan untuk mengobati para pasien yang ada di dunia sejak awal masa pandemi, kemungkinan akan lebih banyak nyawa yang terselamatkan.

Dexamethasone untuk lawan Corona ini tentu akan sangat bermanfaat di negara-negara yang tengah berkembang dan memiliki jumlah pasien terinfeksi yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan harga obat yang murah dan mudah untuk ditemukan.

Tak Manjur Untuk Gejala Ringan

Meskipun dexamethasone memang terbukti untuk para pasien dengan gejala yang parah, berbanding terbalik dengan para pasien yang hanya memiliki gejala yang ringan.

Sebagian dari ilmuwan mengungkapkan bahwa obat ini tidak dianjurkan bagi pasien yang hanya mengalami gejala ringan. Obat ini hanya diperuntukkan untuk pasien dengan gejala parah seperti mengalami kesulitan untuk bernafas.

Para ilmuwan juga tidak menganjurkan orang untuk membeli obat tersebut di apotek dan mengkonsumsinya sendiri di rumah apabila tidak disarankan oleh dokter.

Program Recovery Trial

Studi terhadap dexamethasone untuk lawan Corona sendiri merupakan salah satu bagian dari program study recovery trial. Dimana telah dimulai sejak bulan Maret yang lalu.

Tak hanya itu, dexamethasone yang merupakan program recovery trial tersebut juga turut menguji kebenaran dari hydroxychloroquine. Dimana saat ini telah terbukti tidak manjur untuk melawan Corona. Justru obat tersebut dapat sangat berbahaya ketika dikonsumsi bahkan cukup  mematikan. (R10/HR-Online)