Senin, Mei 23, 2022
BerandaBerita BanjarDi Citangkolo Kota Banjar, Wagub Jabar Bilang SOP Pesantren Sedang Digodok

Di Citangkolo Kota Banjar, Wagub Jabar Bilang SOP Pesantren Sedang Digodok

Berita Banjar, (harapanrakyat.com).- Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum mengadakan kunjungan ke Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Kamis (11/06/2020). 

Dalam kunjungannya tersebut ia menyampaikan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan SOP atau protokol kesehatan untuk lembaga pendidikan pondok pesantren.

Protokol kesehatan tersebut nantinya akan dijadikan sebagai dasar acuan oleh pondok pesantren saat melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru, usai libur lebaran 1441 H, selama masa pandemi Covid-19. 

“Kemarin sudah dibahas untuk surat acuan sebagai dasar hukumnya. Entah nanti berbentuk surat edaran atau SK Gubernur, kita tunggu saja. Yang jelas SOP sudah diajukan ke Pak Gubernur,” kata Uu Ruzhanul Ulum kepada awak media. 

Ia menyebutkan, beberapa ketentuan yang diatur dalam protokol kesehatan itu antaralain, pondok pesantren harus menyiapkan tempat karantina, membentuk tim Gugus tugas percepatan penanganan covid-19 tingkat pesantren, serta menyiapkan tempat cuci tangan bagi santri.

Selain itu, pihak pesantren juga harus menyediakan alat pengukur suhu badan, menyiapkan suplemen atau vitamin bagi santri dan menandatangani surat pernyataan tentang kesiapan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Setelah menyetujui surat pernyataan, kemudian tim Gugus tugas tingkat Kab/ Kota melakukan survei lokasi pondok pesantren. Apabila tidak memenuhi syarat, maka tidak boleh dibuka,” jelasnya.

Bantu Kelengkapan Fasilitas

Selain menyampaikan protokol kesehatan, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum juga mengatakan, untuk menunjang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selama pandemi covid-19, pemerintah provinsi akan membantu kelengkapan fasilitas penunjang yang dibutuhkan.

Namun, agar dalam pelaksanaannya lebih maksimal, bantuan tersebut tidak hanya dari pemerintah provinsi saja, tetapi setiap pemerintah daerah Kab/ Kota juga harus ikut berkontribusi.

“Ini semata-mata bentuk kepedulian pemerintah terhadap lembaga pendidikan pesantren agar para santri terhindar dari virus Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, di sela kunjungan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, KH. Munawir Abdurrohim, mengatakan, pihaknya siap mengikuti prosedur kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau SOP Pesantren.

Selain itu, ia juga berharap pihak pemerintah bisa membantu memenuhi kelengkapan fasilitas yang dibutuhkan oleh pondok pesantren. Ini sebagai upaya bersama mencegah penyebaran virus covid-19.

“Tentunya kami akan mengikuti prosedur dan protokol kesehatan yang ada, tapi kami juga berharap bisa dibantu menyediakan fasilitas penunjangnya,” harapnya. (Muhlisin/R4/HR-Online) 

- Advertisment -