Adaptasi Kebiasaan Baru, Disnakan Ciamis Sosialisasikan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban

Adaptasi Kebiasaan Baru, Disnakan Ciamis Sosialisasikan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban
Sosialisasi tata cara pemilihan dan penyembelihan Hewan Kurban dalam prosedur New Normal, di Aula Desa Sadananya, Ciamis, Selasa (23/06/2020).Foto:Fahmi/HR

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Ciamis menggelar sosialisasi tata cara pemilihan dan penyembelihan Hewan Kurban dalam prosedur New Normal, di Aula Desa Sadananya, Selasa (23/06/2020).

Kepala Disnakan Ciamis, Drs. Syarif Hidayat, M.Si, menggungkapan, kegiatan ini digelar untuk memberikan pemahaman mengenai tata cara penyembelihan hewan Qurban di tengah situasi Covid-19.

“Ada tata cara yang harus dilakukan saat ini oleh masyarakat dalamĀ  melakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB). Sehingga beberapa langkah harus dilakukan oleh masyarakat untuk pencegahan Covid-19 di lokasi penjualan dan pemotongan Hewan Kurban,” ungkapnya.

Menurut Syarif, ditengah Pandemi Covid-19 masyarakat harus mengikuti protokol kesehatan  yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan menyesuaikan prosedur normal baru (new normal).

“Langkah yang harus dilakukan yaitu dengan tetap menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan. Dan yang paling penting, panitia penyembelihan harus dipastikan dalam keadaan sehat,” ucapnya.

Syarif menerangkan, kegiatan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan sesteril mungkin  dan panitia penyembelihan harus benar-benar menjaga jarak satu sama lain ketika di lokasi pelaksanaan.

“Petugas yang akan memotong hewan kurban harus berasal dari lingkungan atau satu wilayah dengan lokasi pemotongan,” katanya.

Menurut Syarif, kegiatan ini akan dilaksanakan secara bertahap di 5 kecamatan di Kabupaten Ciamis. Tujuannya untuk menyosialisasikan aturan mengenai tata cara penyembelihan Hewan Qurban.

“Setiap kegiatan, kami mengundang beberapa unsur di setiap tempat. Diantaranya MUI, panitia Qurban, DKM, aparat desa dan peternak yang menjual hewan kurban. Sehingga sosialisasi bisa diterapkan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (Fahmi/Koran HR)

Loading...