Fenomena Gerhana Matahari Total, Proses Terjadi dan Dampaknya

Fenomena Gerhana Matahari Total
Ilustrasi Fenomena Gerhana Matahari Total. Foto Istimewa

Fenomena gerhana matahari total merupakan fenomena alam yang terjadi dalam tata surya dengan menyuguhkan pemandangan yang luar biasa.

Kejadian ini bisa terjadi jika matahari, bulan, dan bumi berada dalam satu garis lurus. Pasalnya, bulan akan menutupi cahaya matahari untuk sampai ke bumi.

Fenomena Gerhana Matahari Total

Sebagaimana posisi yang disinggung diatas, hal ini akan membuat bumi tertutupi cahaya matahari karena bulan. Sehingga untuk manusia yang merasakan ini akan melihat cahaya dari matahari seolah menghilang sejenak.

Dimana kejadian ini bisa terlihat seperti keadaan malam hari. Proses kejadian ini menjadi penampakan alam yang sangat luar biasa.

Gerhana matahari total ini seringkali menjadi kejadian yang ditunggu-tunggu kebanyakan orang. Baik untuk masyarakat Indonesia maupun luar negeri.

Banyak sekali orang yang penasaran untuk bisa menyaksikan kejadian langka. Namun untuk melihat fenomena gerhana matahari total perlu diperhatikan dengan baik.

Jika melihat peristiwa gerhana matahari total secara langsung dalam artian tidak menggunakan alat, maka bisa menyebabkan penglihatan rusak.

Baca juga: Fakta Gerhana Bulan Penumbra, Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?

Bagaimana proses terjadinya gerhana matahari total dan apa dampaknya jika terjadi peristiwa besar ini? Untuk itu, kenali lebih dalam mengenai gerhana matahari total pada ulasan berikut.

Mengenal Gerhana Matahari

Perlu untuk anda ketahui, gerhana matahari total merupakan peristiwa yang terjadi apabila matahari, bulan, dan bumi dalam satu garis satu waktu.

Dimana seluruh bagian matahari akan tertutup dengan bulan yang mengakibatkan cahaya menghilang dan bumi menjadi gelap seperti malam hari dalam beberapa waktu.

Untuk itu, fenomena gerhana matahari total ini sangat disayangkan jika terlewatkan untuk disaksikan karena tidak bisa terjadi setiap hari.

Proses Gerhana Matahari

Seperti yang telah disebutkan diatas, peristiwa ini bisa terjadi jika matahari, bulan, dan bumi berada dalam satu garis. Perlu diketahui, proses ini melalui beberapa tahapan untuk bisa menjadi gerhana matahari total.

Posisi ini terjadi karena bumi dan bulan sama-sama melakukan gerakan revolusi untuk mengelilingi matahari.

Fenomena gerhana matahari total setelah beberapa saat, maka matahari, bulan, dan bumi bisa dalam satu orbit yang sama sehingga menjadi garis lurus.

Setelah ketiganya dalam garis lurus, maka bagian bulan yang belakang tidak bisa terkena cahaya matahari. Hal ini bisa membuat bayangannya sendiri yaitu dengan bayangan inti yang disebut umbra dengan bayangan yang samar bernama penumbra.

Baca juga: Gerhana Matahari Cincin Api Ancam Gravitasi Bumi?

Untuk posisi umbra ini biasanya berada di belakang bulan dengan bentuk kerucut. Sedangkan untuk penumbra berada di sekitaran umbra dengan bentuk semakin melebar.

Lalu setelah itu, bayangan ini akan sampai pada permukaan bumi. Dimana permukaan bumi yang terkena dengan umbra, maka akan terjadi peristiwa gerhana matahari total.

Sementara permukaan yang terkena dengan bayangan penumbra akan mengalami peristiwa gerhana matahari sebagian.

Namun untuk daerah yang mengalami fenomena gerhana matahari total akan menunjukkan peristiwa gerhana matahari sebagian terlebih dahulu.

Efek Gerhana Matahari

Sangat perlu diketahui jika terjadinya gerhana matahari total akan memancarkan sinar ultraviolet dengan jumlah yang sangat banyak.

Sehingga masyarakat yang ingin menyaksikan kejadian ini sangat disarankan untuk menggunakan alat. Hal ini agar bisa melihat kejadian ini dengan aman dan jelas.

Jika tidak menggunakan alat sebagai perantara, maka bisa membuat dampak yang tidak baik. Salah satunya dapat menimbulkan adanya gangguan yang terjadi pada medan magnet di bumi.

Dimana gravitasi pada medan magnet akan terganggu akibat adanya pemanasan dan ionisasi pada lapisan ionsfer serta atmosfer.

Sedangkan untuk kesehatan, bisa mengganggu penglihatan mata. Kesalahan yang satu ini terjadi bukan karena fenomena gerhana matahari total, akan tetapi dengan proses terjadinya gerhana ini.

Dimana saat matahari hanya bisa dilihat dari sisi pinggiran yang mana merupakan sumber ultraviolet yang terbesar. Oleh karena itu, jika peristiwa ini terjadi secara langsung, maka bisa merusak penglihatan mata.

Kejadian langka ini terjadi sudah beberapa kali di beberapa tempat yang tersebar di belahan dunia. Sejak tahun 2001, sudah tercatat 11 kali peristiwa gerhana matahari total ini berulang. Salah satunya pernah terjadi di Indonesia pada 4 Desember 2004. (R10/HR-Online)