Gugus Tugas Kota Banjar: Baru Santri Asal Jabar Yang Boleh Ke Pesantren

Gugus Tugas Kota Banjar: Baru Santri Asal Jabar Yang Boleh Ke Pesantren
Tim Gugus Tugas percepatan penanganan covid-19 Kota Banjar saat kunjungan di Pondok Pesantren Al-Kautsar. Foto:Muhlisin/HR

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Banjar, Jawa Barat, kembali melakukan tinjauan ke sejumlah pondok pesantren yang ada di Kota Banjar.

Kunjungan tersebut untuk mengecek kesiapan pondok pesantren setelah adanya kabar akan adanya gelombang arus balik ratusan santri yang hendak kembali ke Pondok Pesantren Al Kautsar dan Darul Huda Balokang, Kecamatan Banjar.

Pada kesempatan tersebut Ketua Gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kota Banjar, Hj Ade Uu Sukaesih, menyampaikan, sesuai keputusan dari Gubernur Jawa Barat bahwa untuk sementara ini hanya santri yang berasal dari Jawa Barat yang boleh kembali ke pesantren.

Selain itu, dalam pelaksanaannya pondok pesantren harus menerapkan protokol kesehatan serta menyiapkan fasilitas penunjangnya.

“Sementara ini baru santri dari Jawa Barat yang boleh kembali ke Pondok Pesantren,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih disela kunjungannya, Senin (15/6/2020).

Selain menyampaikan protokol kesehatan, Ketua Gugus, Ade Uu Sukaesih, tugas juga menyampaikan, bahwa untuk penerapan pemberlakuan pembatasan sosial bersekala besar atau PSBB di Kota Banjar diperpanjang hingga tanggal 26 Juni mendatang.

Perpanjangan pembatasan sosial bersekala besar atau PSBB tersebut mengikuti kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Untuk Kota Banjar mengikuti kebijakan Provinsi. Diperpanjang sampai tanggal 26 Juni mendatang,” katanya.

600 Santri Siap Kembali Ke Pesantren Al-Kautsar Banjar

Sementara itu, salah seorang pengurus Pondok Pesantren Al-Kautsar, M Rizki Fauzi, mengatakan, ada sekitar 600 santri yang rencananya akan kembali ke pesantren. Baik santri yang berasal dari Jawa maupun santri dari luar Jawa.

Kedatangan santri tersebut dalam rangka melanjutkan proses kegiatan belajar mengajar atau aktivitas kepesantrenan yang sedianya akan dimulai pada tanggal 13 Juli mendatang.

“Rencananya kemarin ada tiga gelombang yang akan berangkat. Akan tetapi tadi belum diijinkan baru santri dari Jawa Barat yang diperbolehkan jadi kami tunda,” ungkapnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Huda, Tatang Abdurrahman, menambahkan, untuk pesantren Darul Huda ada sekitar 200 santri lebih yang akan kembali ke pesantren.

“Kami sudah berkoordinasi dengan forum pondok pesantren. Rencananya kemarin akan dilakukan dalam tiga tahap,” katanya. (Muhlisin/R8/HR Online)