Hari Ayah Sedunia Diperingati 21 Juni 2020, Bagaimana Sejarahnya?

Hari Ayah Sedunia
Ilustrasi Hari Ayah Seduni. Foto: Ist/Net

Hari Ayah Sedunia atau Father’s Day diperingati pada tanggal 21 Juni 2020. Hari Ayah memang belum sepopuler Hari Ibu. Namun, tepat di Hari Ayah tidak salahnya menyampaikan terima kasih kepada salah satu sosok yang sudah berjasa dalam keluarga.

Setiap tahunnya Hari Ayah diperingati di tanggal yang berbeda. Termasuk Indonesia yang memiliki Hari Ayah sendiri, yang jatuh pada tanggal 12 November.

Jika Anda lebih akrab dengan Hari Ibu, ini saatnya Anda juga tahu tentang Hari Ayah. Kedua sosok dalam keluarga itu memang pantas untuk diberikan hari khusus yang istimewa. Meskipun sebaiknya ucapan terima kasih disampaikan setiap hari kepada mereka.

Sejarah Hari Ayah Sedunia

Hari Ayah berawal dari perjuangan Sonora Smart Dodd. Sonora bersama lima saudaranya ditinggal ibunya yang meninggal sedari mereka kecil.

Beruntung ayah Sonora tidak menikah lagi dan memilih mengurus keenam anaknya. Padahal pada zaman itu, anak-anak yang ditinggal oleh ibu kandungnya seringkali diasuh oleh ibu tiri atau pengasuh.

Sonora ditinggal ibunya sejak usianya menginjak remaja, tepatnya pada saat Sonora berumur 16 tahun. Selain Sonora, dia juga memiliki 5 saudara laki-laki. Ayah Sonora, William Smart memilih untuk mengasuh mereka seorang diri.

Dikutip dari CNN, Sonora menuturkan saat dirinya beranjak dewasa, dia takut tidak ada hari istimewa untuk berterima kasih kepada para ayah seperti ayahnya yang berjuang membesarkan anak-anaknya hanya seorang diri.

Sonora menginginkan adanya Hari Ayah Sedunia, dia terinspirasi dari pencetus Hari Ibu. Sonora pun mulai mengumpulkan dukungan. Dia bepergian mengunjungi berbagai gereja di penjuru negeri.

Sonora juga mengunjungi para penjaga toko termasuk pemerintah setempat agar menetapkan Hari Ayah. Kerja kerasnya pun akhirnya berhasil membuat negara bagian Washington resmi menetapkan hari ayah pertama, tepat pada 19 Juni 1910.

Bermula dari Washington, peringatan Hari Ayah mulai menjalar ke negara-negara bagian lainnya di Amerika Serikat. Sampai akhirnya pada tahun 1916, Amerika Serikat dipimpim Presiden Wilson.

Wilson memerintahkan penduduk Amerika untuk mengibarkan bendera sebagai bentuk penghormatan kepada seorang ayah.

Kala itu Wilson menggunakan telegraf untuk menyampaikan pesannya. Sejak saat itu Hari Ayah dimasukkan sebagai Hari Nasional di Amerika Serikat sampai akhirnya jadi Hari Ayah Sedunia.

Dari Amerika Serikat peringatan Hari Ayah diikuti oleh negara-negara lainnya. Inggris, Perancis, sampai Afrika Selatan. Semakin banyak negara yang memperingati Hari Ayah sehingga menjadi peringatan mendunia.

Hari Ayah atau Father’s Day kemudian diperingati setiap hari Minggu ketika di bulan Juni, karena itulah peringatannya selalu berbeda tiap tahunnya.

Sejarah Hari Ayah di Indonesia

Bagaimana dengan sejarah Hari Ayah di Indonesia? Hari Ayah di Indonesia diperingati setiap 12 November. Indonesia lebih dulu mengenal Hari Ibu dibanding Hari Ayah.

Awal mula diperingatinya Hari Ayah di Indonesia dimulai pada tahun 2014. Saat itu Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) mengadakan lomba menulis surat untuk ibu di Solo.

Berbeda dengan Hari Ayah Sedunia, dalam situs Kemdikbud, diceritakan saat sayembara menulis surat untuk ibu itu berlangsung, seorang peserta bertanya tentang waktu pelaksanaan sayembaya menulis surat untuk ayah.

Pertanyaan tersebut membuat PPIP tergerak untuk mencari tahu Hari Ayah di Indonesia. Sayangnya tidak ada jawaban yang memuaskan.

Sampai akhirnya PPIP mendeklarasikan Hari Ayah pada 12 November 2006 bertempat di Pendapa Gede balai, Solo. Sejak saat itu tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Ayah Nasional.

Deklarasi pertama peringatan Hari Ayah bersamaan dengan Hari Kesehatan. Tema peringatan Hari Ayah pertama di Indonesia itu pun cukup menarik, yakni: ‘Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya’.

Selain itu, pada saat bersamaan diluncurkan juga buku ‘Kenangan untuk Ayah’ yang isinya 100 surat dari anak-anak untuk ayah mereka. Surat-surat tersebut merupakan hasil karya dari peserta sayembara menulis surat untuk ayah yang digelar PPIP.

Buku Kenangan untuk Ayah dan piagam deklarasi Hari Ayah dikirimkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selain itu juga dikirim ke daerah lainnya, yaitu Sabang, Merauke, Sangir Talaud, dan Pulau Rote.

Hari Ayah Nasional berbeda sejarahnya dengan Hari Ayah Sedunia. Meskipun begitu tidak mengurangi maknanya. Penghormatan kepada ayah sama pentingnya dengan menghormati seorang ibu. Selamat Hari Ayah. (Ndu/R7/HR-Online)