Hereditas pada Manusia Beserta Pola yang Terjadi

Hereditas Pada Manusia.
Ilustrasi Hereditas Pada Manusia. Foto: Istimewa

Hereditas pada manusia merupakan sebuah proses penurunan sifat dari induk kepada keturunannya melalui gen.

Hereditas bukan termasuk ke dalam penurunan berupa tingkah laku, melainkan lebih ke arah penurunan bentuk atau struktur tubuh dari makhluk hidup. Sehingga antara induk dengan keturunannya memiliki kemiripan atau serupa.

Pada manusia, terdapat beberapa pola penurunan sifat yang akan diturunkan. Pada dasarnya, banyak hal bisa diturunkan induk kepada anaknya atau dari orang tua ke anak-anaknya.

Pola Hereditas pada Manusia

Contoh sederhana yang umum terjadi adalah penurunan penyakit yang diakibatkan oleh adanya gen. Gen ini terletak pada autosom atau juga bisa dipicu oleh gen pada kromosom seks yang disebut sebagai gonosom.

Meskipun demikian, penyakit menurun ini bukanlah penyakit yang bisa menular. Akan tetapi, memang sulit untuk disembuhkannya dan dapat diupayakan agar tidak menular ke keturunan selanjutnya.

Biasanya kasus ini dapat terjadi karena adanya gen resesif. Dengan kata lain, tidak termasuk ke dalam gen dominan pada induknya ataupun keturunannya.

Baca juga: Komponen Biotik dan Abiotik dalam Suatu Ekosistem

Sifat-sifat dimiliki oleh induk yang diturunkan pada anaknya dapat terjadi karena melalui pola pewarisan sifat. Penurunan sifat pada manusia ini dapat dipelajari dengan sebuah metode.

Metode tersebut dikenal dengan metode asal usul atau silsilah di dalam bentuk pedigree. Berikut inilah pola hereditas pada manusia.

Golongan Darah

Salah satu bentuk hereditas manusia adalah golongan darah. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa golongan darah ini memiliki sifat menurun.

Pada umumnya, golongan darah pada manusia dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis golongan darah yang berbeda. Sistem golongan darah ABO, sistem golongan darah rhesus, dan sistem golongan darah MN.

Sistem golongan darah ABO merupakan sistem yang ditentukan oleh tiga macam alel. Terdiri dari IA, IB, dan kemudian adalah IO.

Sedangkan untuk golongan darah rhesus merupakan sistem yang akan ditentukan oleh gen Rh dan juga gen rh. Gen Rh untuk jenis rhesus positif (+), dan hen rh untuk rhesus negativ (-).

Alel Rh ini memiliki sifat dominan terhadap rh. Kemudian yang terakhir adalah sistem golongan darah MN. Dimana sistem yang satu ini akan ditentukan oleh dua macam alel, takni alel LM, serta alel LN.

Cacat dan Penyakit Menurun

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu hereditas pada manusia yaitu catat dan penyakit menurun. Penyakit menurun ini pun mempunyai ciri-ciri tersendiri.

Tidak bisa atau bahkan sulit untuk disembuhkan. Hal tersebut dikarenakan adanya kelainan di dalam gen (substansi hereditas).

Secara umum dikendalikan oleh gen resisif. Terakhir, hanya bisa muncul pada orang yang mempunyai homozigot resesif.

Cacat dan penyakit menurun ini dapat disebabkan oleh dua faktor. Melalui autosom atau terpaut kromosom di dalam tubuh dan melalui gonosom atau terpaut kromosom seks. Berikut adalah penjelasan lebih lanjutnya.

Albino

Albino merupakan salah satu hereditas pada manusia yang disebabkan karena cacat menurun. Albino sendiri merupakan cacat menurun yang disebabkan karena adanya kelainan tubuh.

Dimana tubuh tidak mampu memproduksi enzim yang bertugas mengubah tirosin menjadi pigmen melanin. Pigmen melanin ini dikendalikan oleh gen resesif a.

Baca juga: Titrasi Asam Basa, Pengertian, Cara Kerja dan Kegunaannya

Pada tubuh manusia normal, terdapat genotip AA serta normal dengan carier Aa. Sedangkan keadaan semacam ini berbeda dengan orang yang menderita albino. Sebab, mereka terlahir dari pasangan yang keduanya merupakan carier.

Terpaut Kromosom Seks

Pola hereditas pada manusia melalui cacat dan penyakit menurun juga disebabkan karena terpaut kromosom seks. Pada kasus ini kita akan mengambil beberapa contoh penyakit yang umum dijumpai.

Satu diantaranya adalah webbed toes. Webbed toes adalah salah satu kelainan sifat, dimana di antara jari-jari kaki terdapat pertumbuhan selaput seperti kaki bebek.

Kelainan ini terjadi karena dikendalikan oleh gen resesif (wt), akan tetapi pada gen dominan (Wt) memiliki keadaan yang normal. Selain webbed toes, ada juga hyserix gravior.

Hyserif gravior adalah kelainan yang mana ada pertumbuhan rambut panjang dan kasar, sehingga menyerupai seperti duri landak. Munculnya sifat ini yang menandakan hereditas pada manusia karena dikendalikan oleh adanya gen resesif (hg). (R10/HR-Online)