Ini Aturan Nikah Usai PSBB Berakhir di Kota Banjar

Ini Aturan Nikah Usai PSBB Berakhir di Kota Banjar
Kantor Kementerian Agama Kota Banjar. Foto:Aisyah/HR

Berita Banjar (harapanrakyat).- Usai PSBB berakhir, aturan pelaksanaan akad nikah di Kota Banjar kembali berubah.

Hal tersebut menyusul adanya aturan baru sesuai dengan surat edaran Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam nomor: P -006/DJ.III/HK.00.7/06/2020 tentang Pelayanan Nikah Menuju Masyarakat Produktif Aman Covid.

Dalam surat edaran tertanggal 7 Juni tersebut memuat tata cara dan aturan pelaksanaan nikah usai PSBB berakhir.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kota Banjar, Dadang Solihin membenarkan akan aturan tersebut.

Dadang mengatakan bahwa kini prosesi akad nikah dapat dilakukan di rumah, kantor KUA atau di Masjid atau gedung pertemuan.

“Pernikahan tetap berlangsung seperti biasa, hanya tetap memperhatikan protokol kesehatan,” katanya kepada HR Online di Kantor Kemenag Kota Banjar, Rabu (24/6/2020).

Menurut surat edaran, pernikahan akan dilakukan jika kapasitas yang menghadiri tidak lebih dari 10 orang yaitu prosesi akad dilakukan di KUA atau di rumah.

Tetapi jika dilaksanakan di masjid atau gedung pertemuan maksimal 20% dari kapasitas ruangan dan tidak boleh lebih dari 30 orang.

Tak hanya itu, aturan lain yang diberlakukan yaitu peserta prosesi akad nikah harus menggunakan masker dan calon pengantin/wali menggunakan sarung tangan. Jika tidak dipatuhi maka pihak KUA wajib menolak untuk melakukan akan nikah.

Menurut Dadang, petugas hanya melayani akad nikah saja. Jika kenyataan di masyarakat ada kerumunan apa lagi melakukan resepsi, maka hal itu di luar kewenangan petugas. 

TCL

“Kami melalui KUA hanya melayani saja, di luar itu bukan wewenang kami,” ungkap Dadang.

Sementara itu, data pernikahan Kota Banjar menurut Kemenag selama bulan Mei sebanyak 37 orang.

Yaitu Kecamatan Banjar 15 orang, Kecamatan Langensari 2 orang, Kecamatan Pataruman 17 orang dan Kecamatan Purwaharja 3 orang.

Sedangkan pada bulan April terhitung nihil atau tidak ada yang melangsungkan akad nikah.

“Kalau angka pernikahan setiap bulannya variatif sih, dan tidak sebanyak di kota lain karena Banjar masih terhitung Kota kecil,” pungkasnya. (Aisah/R8/HR Online)

Loading...