Ini Kata Pihak Disdik Soal OTT Saber Pungli di Salah Satu SMP Negeri di Kota Banjar

Dinas Pendidikan Kota Banjar prihatin atas terjadinya OTT yang dilakukan Satgas Saber Pungli terhadap dua oknum pejabat di salah satu SMP negeri di Kota Banjar. Foto: Ilustrasi/Net.
Dinas Pendidikan Kota Banjar prihatin atas terjadinya OTT yang dilakukan Satgas Saber Pungli terhadap dua oknum pejabat di salah satu SMP negeri di Kota Banjar. Foto: Ilustrasi/Net.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Dinas Pendidikan Kota Banjar prihatin atas terjadinya OTT yang dilakukan Satgas Saber Pungli terhadap dua oknum pejabat di salah satu SMP negeri di Kota Banjar, Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, H. Dahlan, melalui Kabid. Dikdas, Ahmad Yani, kepada HR Online, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jum’at (12/06/2020).

Yani pun enggan memberikan komentar lebih jauh saat dimintai keterangan atas kasus operasi tangkap tangan yang menimpa oknum kepala sekolah dan bendahara di salah satu SMP negeri Banjar tersebut.

“Tentu kami ikut prihatin, tapi kami belum tahu kejadian yang sebenarnya,” kata Ahmad Yani.

Baca Berita Terkait : Dua Oknum Pejabat di Salah Satu SMP Negeri di Kota Banjar Terjaring OTT Saber Pungli

Lebih lanjut dia mengatakan, sebetulnya berdasarkan Permendikbud Nomor 55 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Komite Sekolah, pihak komite bisa melakukan penggalangan dana. Dan sumberdaya pendidikan memberikan dukungan sarpras dan pengawasan di satuan pendidikan.

Akan tetapi dalam kaitannya penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya, harus dilakukan dalam bentuk bantuan atau sumbangan sukarela. Jadi tidak boleh melakukan penarikan iuran dengan paksaan.

Dikonfirmasi mengenai kejelasan penarikan uang perpisahan yang saat ini tengah dilakukan proses pengembangan penyelidikan oleh pihak kepolisian, dan masuk dalam kategori paksaan karena ada ketentuan nominal yang disebutkan, Yani enggan memberikan keterangan lebih jauh.

“Saya tidak tidak tahu detailnya. Tidak bisa menerangkan lebih jauh,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Satgas Saber Pungli Kota Banjar melakukan operasi tangkap tangan terhadap oknum kepala sekolah dan seorang bendahara di salah satu SMP negeri. Keduanya tertangkap tangan saat tengah melakukan transaksi pungutan liar kepada peserta didiknya.

Dari hasil operasi tangkap tangan tersebut, Satgas Saber Pungli dari jajaran kepolisian Polres Banjar berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa. Yakni uang tunai dan surat yang menyatakan adanya pungutan liar. (Muhlisin/R3/HR-Online)