Jordi Onsu dan Perannya Dalam Sengketa Geprek Bensu, Benarkah Curi Resep?

Jordi Onsu
Jordi Onsu dan Ruben Onsu. Foto: IG Geprek Bensu

Gonjang-ganjing sengketa merk ‘Bensu’ antara PT Ayam Geprek Benny Sujono dan Ruben Onsu terus berlanjut. Meskipun Mahkamah Agung menolak gugatan pihak Ruben Onsu, namun perseteruan itu terus belanjut di luar pengadilan. Kali ini giliran Jordi Onsu yang angkat bicara.

Dalam jawaban eksepsi dari PT Ayam Geprek Benny Sujono ditulis bahwa sengketa merk dagang Bensu bermula saat adik kandung Ruben Onsu itu melamar sebagai manajer operasional di PT Ayam Geprek Benny Sujono.

Belakangan Jordi mengajak kakaknya untuk menjadi duta promosi I Am Geprek Bensu. Selain itu disebutkan, Ruben Onsu juga mengajukan syarat agar karyawannya bisa kerja di bagian dapur.

Gerai I Am Geprek Bensu di bawah naungan PT Ayam Geprek Benny Sujono sendiri dibuka pada April 2017.

Sampai akhirnya pada bulan Agustus, Jordi keluar dan membawa serta karyawan yang ditempatkan di dapur. Ruben Onsu, kakaknya kemudian membuka sendiri usaha ayam geprek Bensu.

Dari sinilah sengketa merk ‘Bensu’ itu berawal. Banyak yang menuduh Jordi Onsu dan kakaknya itu telah mencuri resep dari dapur I Am Geprek Bensu.

Namun, hal tersebut dibantah oleh Jordi. Pada konferensi pers di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/6/2020), Jordi mengungkapkan, dirinya bersama Yangcent dan Stefani Livinus bersama-sama membangun usaha kuliner tersebut.

“Tidak benar jika ada yang menyebut saya melamar menjadi manajer. Perlu digarisbawahi para pihak adalah pemilik, pengurus, pengelola, dengan merk dagang yang diberi nama I Am Geprek Bensu. Ada Yangcent, saya, dan Stefani Livinus,” katanya.

Baca Juga: I Am Geprek Bensu, Kronologis Sengketa Rebutan Merk Ruben Onsu dan Benny Sujono

Bantahan Jordi Onsu

Jordi pun menegaskan dirinya sama sekali tidak mencuri resep I Am Geprek Bensu. Dia pun menolak dengan tegas kabar yang beredar, yang menyebutkan dirinya memasukkan karyawan untuk mencuri resep ayam geprek dari dapur I Am Geprek Bensu.

Adik dari Ruben Onsu ini menyebut dirinya tahu resep I Am Geprek Bensu karena memang dialah yang meraciknya bersama Stefani Livinus. Stefani inilah yang kini menjadi salah satu pemilik usaha I Am Geprek Bensu di bawah PT Ayam Geprek Benny Sujono.

“Waktu itu hanya ada 6 sampai 7 karyawan, kita semua tahu resepnya karena kita yang membuatnya. Bahkan saya ikut bereksperimen meracik resep saat itu,” ungkapnya.

Jordi Onsu Menyebut Merk I Am Geprek Bensu Tercetus dari Kakaknya

Brand I Am Geprek Bensu disebut Jordi sebagai usul dari kakaknya, Ruben Onsu. Saat itu Ruben bergabung dengan usaha ayam geprek yang dibangun Yangcent, Stefani Livinus dan adiknya Ruben Onsu.

Mereka membutuhkan figur yang bisa membuat konsumen tertarik untuk membeli ayam geprek buatan mereka.

Saat itu, menurut Jordi, Yangcent sendiri yang mengusulkan nama Ruben Onsu untung menjadi duta promosi usaha kuliner mereka.

Ruben dinilai sebagai sosok yang pas untuk menarik para konsumen membeli produk kuliner mereka. Apalagi Ruben dikenal sebagai artis yang banyak penggemarnya.

“Kita butuh sosok yang dikenal publik, terus dia (Yangcent) bilang, kakak lo Ruben. Saya nanya ke Ruben, Koh mau enggak bisnis,” terang Jordi Onsu.

Ruben menerima tawaran tersebut. Bahkan mengusulkan nama I Am Geprek Bensu yang kini dipakai sebagai merk dagang oleh PT Ayam Geprek Benny Sujono.

Jordi juga mengungkapkan, dirinya sudah pernah mengajak pihak I Am Geprek Bensu untuk bersama-sama mencari solusi terkait merk dagang ‘Bensu’ tersebut.

“Kita sama punya sertifikat masing-masing. Kita promosikan merk kita sendiri. Misalnya I Am Geprek Bensu milik Benny Sujono, maka pasang muka Pak Benny Sujono. Saya Ruben Onsu, saya pasang foto Ruben, sesimpel itu. Jadi orang pun tahu yang mana punya Ruben Onsu,” kata Jordi.

Jordi juga mengaku berteman dengan pemilik PT Ayam Geprek Benny Sujono. Stefani Livinus dan Yangcent diakui Jordi sebagai sahabat yang kerap liburan bersama.

“Sekarang ini di tengah pandemi, kita sama-sama fokus survive, agar bisnis bisa bertahan dan tidak sampai mengeluarkan karyawan. Karyawan banyak, kasihan ya kalau sampai harus dikeluarkan,” tegas Jordi Onsu. (Ndu/R7/HR-Online)