Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita BanjarJumlah Ibu Hamil Meningkat Selama Pandemi? Ini Kata Dinkes Kota Banjar

Jumlah Ibu Hamil Meningkat Selama Pandemi? Ini Kata Dinkes Kota Banjar

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Belum lama ini Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut ada kenaikan jumlah ibu hamil di beberapa daerah selama masa Pendemi Covid-19.

Bahkan, setelah ia hitung angkanya lebih tinggi dibandingkan angka kasus positif Covid 19 di Jawa Barat.

Dikonfirmasi mengenai adanya kenaikan jumlah ibu hamil di Kota Banjar dampak WFH selama pandemi ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, Herman Umar, melalui Kabid kesehatan masyarakat Yedi Risdiana, mengatakan, ada lonjakan ibu hamil selama pandemi tapi itu bukan di Kota Banjar.

Untuk Kota Banjar sendiri tidak ada kenaikan angka jumlah kehamilan akibat work from home (WFH) selama masa pandemi virus Corona ini. 

“Tidak ada kenaikan ibu hamil selama pandemi, yang ada angkanya justru mengalami penurunan,” kata Yedi didampingi Kasie Kesga dan Gizi Sophia Restantini kepada HR Online, Senin (22/6/20).

Jumlah Ibu Hamil di Banjar

Ia menyebutkan, dari data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan, jumlah ibu hamil dari bulan Januari sampai bulan Mei tahun 2020 ini tercatat sebanyak 1305 orang.

Untuk bulan Januari ada 316 orang, bulan Februari 318 orang, bulan Maret 251 orang, bulan April ada 196 orang, dan bulan Mei sebanyak 224 orang. Jumlah keseluruhan ada 1305 orang.

Menurutnya, masa pandemi virus Corona terhitung sejak adanya kasus positif Covid 19 di Kota Banjar itu dimulai sejak awal bulan Maret. Sehingga dari data yang ada angka kehamilan saat masa pandemi justru mengalami penurunan.

“Jadi imbas WFH itu belum tentu berpengaruh terhadap angka kehamilan karena angka penurunan juga lebih kecil jika dibandingkan sebelum pandemi dan pada pada tahun 2019 sebanyak 1459 orang,” jelasnya.

Janin Tak Tertular Virus Corona

Selain tidak ada lonjakan angka kehamilan, Yedi juga mengatakan, apabila ada ibu hamil yang memang terkonfirmasi positif Covid-19 tidak perlu panik dengan janin yang dikandungnya akan tertular virus Corona.

Sebab, virus Corona hanya dapat menular melalui kontak fisik luar seperti droplet atau sebab yang lain, misal melalui nafas bukan melalui plasenta.

“Kalau masih dalam kandungan tidak akan ikut terpapar karena virus Corona tidak menular melalui plasenta. Kecuali setelah lahir baru bisa terpapar,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyarankan apabila ada ibu hamil yang terkonfirmasi positif Covid-19 tetap harus menjaga kesehatannya agar saat melahirkan kondisi bayi juga dalam keadaan sehat.

“Bagi ibu hamil harus tetap menjaga karena kalau sakit bisa menurunkan fisiologis organ tubuh dan itu berpengaruh pada kesehatan janin yang dikandungnya,” pungkasnya. (Muhlisin/R6/HR-Online)