Kasus Corona Mulai Landai, PSBB di Kota Tasikmalaya tidak Diperpanjang

Kasus Corona di kota tasikmalaya Mulai Landai
Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman. Foto: Apip/HR

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Hasil evaluasi dari gugus tugas, menunjukkan bahwa kasus Corona di Kota Tasikmalaya mulai landai.

Dengan hasil tersebut, Pemkot Tasikmalaya tidak akan memperpanjang penerapan PSBB atau pembatasan sosial berskala besar. Sebelumnya, Pemkot Tasikmalaya menerapkan PSBB semenjak 2 bulan.

Berakhirnya masa PSBB di Kota Tasikmalaya menyusul berakhir juga PSBB di tingkat Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (26/6/2020).

Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman, mengatakan, dengan begitu semua kebijakan dalam hal penangangan Corona, diserahkan kepada daerah masing-masing.

“Kita telah melakukan evaluasi bersama. Hasilnya sepakat tidak memperpanjang PSBB. Sebab, melihat dari kasus Corona di Kota Tasikmalaya yang mulai landai,” katanya kepada wak media, Minggu (28/6/2020).

Namun, sambung Budi, meski begitu protokol kesehatan harus tetap dijaga. Jangan sampai warga terlena serta tetap selalu waspada.

Budi menambahkan, untuk mempersiapkan Adaptasi Kebiasan baru (AKB), Pemkot Tasikmalaya tengah menyusun Peraturan Wali Kota yang mengatur tentang Protokol Kesehatan.

Peraturan Wali Kota (Perwalkot) tersebut, jelas Budi, nantinya bakal jadi acuan untuk semua OPD atau organisasi perangkat daerah, serta instansi lain untuk membuat kebijakan.

“Jadi, selama kasus Corona belum dapat ditangani secara keseluruhan, maka protokol kesehatan tersebut wajib dijalankan,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Budi, pihaknya akan terus melakukan patroli. Hal itu dilakukan suoaya warga tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti menerapkan PHBS, menjafa jarak serta memakai masker.

TCL

“Sehingga gelombang kedua penyebaran Corona di Kota Tasikmalaya dapat ditekan dan diantisipasi,” ucap Budi.

Kasus Corona di Kota Tasikmalaya

Sementara dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya sampai Minggu (28/6/2020), keseluruhan kasus positif Corona sebanyak 50 orang.

Rinciannya, 25 orang terkonformasi lewat rapid test atau uji cepat, sedangkan 25 lainnya yaitu lewat tes swab atau tes usap.

50 pasien positif Covid-19 itu, 46 orang diantaranya sudah dinyatakan negatif atau sembuh. Sedangkan 3 orang meninggal dunia, dan 1 pasien masih dirawat di rumah sakit.

Budi mengatakan, satu orang yang masih dalam status positif kasus Corona itu saat ini dirawat di RSUD dr Soekardjo. “Tapi diharapkan dalam 1 minggu ini dapat segera sembuh,” ucap Budi. (Apip/R5/HR-Online)

Loading...