Kerap Menyebrang Jalan, Babi Hutan Resahkan Warga Sukamantri Ciamis

Kerap Menyebrang Jalan, Babi Hutan Resahkan Warga Sukamantri Ciamis
Warga Sukamantri Kabupaten Ciamis resah, babi hutan kerap menyebrang jalan. Foto:Ilustrasi/Net

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Pengguna jalan di Desa Tenggeraharja, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, mengeluh.

Pasalnya, kawanan babi hutan dari perkebunan jagung kerap menyebrang jalan pada malam hari. Kondisi ini sudah terjadi sejak lama.

Warga setempat khawatir, keberadaan babi hutan yang kerap menyebrang jalan bisa membahayakan para pengendara sepeda motor.

Salah seorang pengguna jalan asal Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Babang Suganda, berharap di lokasi tersebut di pasang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) agar jalanan tidak gelap gulita.

“Kondisi jalanan yang gelap gulita tentu membahayakan, apalagi jika ada babi hutan menyebrang, kan tidak kelihatan,” ujar Babang, Selasa (30/6/2020).

Kata dia, kawanan babi hutan yang berada di perkebunan jagung kerap memasuki jalan. Kondisi tersebut sudah berlangsung lama, terjadi hampir setiap malam hari.

Meski, belum terjadi adanya kecelakaan yang disebabkan oleh kawanan babi hutan, namun sebagai pengguna jalan dihantui rasa takut.

“Sebab, tidak menutup kemungkinan kawanan babi hutan menyerang dan mencelakainya. Kawanan Babi hutan tidak hanya merusak dan menggasak tanaman pertanian, akan tetapi meneror pengguna jalan,” jelasnya.

Lanjutnya, kawanan babi hutan yang  menyebrang jalan seolah tidak takut oleh manusia. Ini membuat pengguna jalan atau pengendara lebih memilih berhenti dulu, membiarkan kawanan babi hutan menyebrang.

“Tempat menyebrangnya kawanan babi hutan berada di lokasi yang gelap. Sehingga kalau tidak berhati-hati bisa saja pengendara bermotor menabraknya,” katanya.

Maman, pengendara bermotor asal Sukamantri, Ciamis, lainnya membenarkan, di kawasan perkebunan jagung Desa Tenggeraharja memang banyak ditemui babi hutan.

“Babi hutan tersebut tidak di ketahui asalnya dari mana. Akan tetapi hampir setiap malam ada saja pengendara bermotor yang dicegat babi hutan,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal seperti itu, kata Maman, solusinya di tempat tersebut dipasang lampu penerangan jalan.

“Dengan begitu, kawanan babi hutan bisa menyebrang melalui tempat lain. Selama belum ada penerangan, dapat dipastikan kawanan babi hutan akan terus memasuki jalan,” pungkasnya. (Edji/R8/HR Online)

Loading...