Rabu, Juli 6, 2022
BerandaArtikelKeteladanan Nabi Sulaiman, Pemimpin Besar yang Adil dan Bijak

Keteladanan Nabi Sulaiman, Pemimpin Besar yang Adil dan Bijak

Keteladanan Nabi Sulaiman memberikan kita begitu banyak pelajaran akan arti hidup yang sesungguhnya. Dengan mencontoh apa yang diamalkan oleh Nabi Sulaiman dapat menjadikan kita sebagai seorang muslim yang taqwa.

Nabi Sulaiman AS merupakan seorang nabi yang diutus oleh Allah SWT kepada Bani Israil. Beliau diberikan sebuah amanah yang besar untuk memimpin kerajaan Bani Israil.

Dimana sebelumnya dipimpin oleh ayah Beliau yaitu Nabi Daud AS. Saat masa itu, Beliau dikenal sebagai salah satu dari empat raja besar di dunia yang pernah menguasai sebagian bumi.

Di dalam Al-Qur’an, Nabi Sulaiman disebutkan hingga 24 kali. Dari kisah-kisahnya inilah, Nabi Sulaiman memiliki sikap yang pantas untuk dijadikan suri teladan.

Keteladanan Nabi Sulaiman, Pemimpin Besar yang Adil, Bijaksana, dan Amanah

Nabi Sulaiman AS menjadi seorang nabiyullah yang Allah beri karunia sangat istimewa berupa kemuliaan dan juga kecerdasan. Nabi Sulaiman AS di dalam kalangan orang Yahudi dikenal dengan sebutan Salomo atau Salomon.

Dimana yang artinya adalah Raja Salam. Nabi Sulaiman merupakan nabi yang dipilih oleh Allah untuk menjadi kekasih-Nya.

Ada empat karunia besar yang Allah berikan kepada Nabi Sulaiman AS. Pertama, mengetahui dan mengerti bahasa binatang.

Lalu, seorang nabi dengan kekayaan melimpah diantara manusia sepanjang masa peradaban. Ketiga, memiliki pasukan yang terkuat di dalam sejarah manusia, yakni pasukan manusia serta para jin.

Keempat, bisa mengendarai angin berdasarkan perintahnya. Dibalik karunia yang Allah berikan kepada Beliau, juga memiliki perilaku terpuji yang patut untuk dicontoh. Berikut inilah keteladanan Nabi Sulaiman AS.

Pemimpin yang Amanah, Adil dan Bijaksana

Sebagai seorang pemimpin, Nabi Sulaiman memang menjadi seorang raja yang sangat melegenda. Nama dan keagungan yang dimilikinya terkenal seantero penjuru dunia

Beliau sangat pandai dalam menata serta mengatur kerajaannya. Bahkan Nabi Sulaiman terkenal dengan kebijakan dan keadilannya dalam memberikan sebuah keputusan dalam suatu perkara.

Beliau juga memiliki kemampuan dalam mengorganisir seluruh pasukannya yang sangat besar. Terdiri dari manusia, jin, maupun hewan.

Pasukan yang besar ini dalam sebuah kekuasaan yang sangat luas. Berkat sikapnya yang amanah, adil dan bijaksana, Nabi Sulaiman AS memimpin pemerintahannya hingga berlangsung selama 40 tahun.

Bahkan ada yang berpendapat bahwa Nabi Sulaiman AS mengantar bangsa Israel ke puncak kejayaan dengan cara damai. Sungguh keteladanan Nabi Sulaiman yang sangat luar biasa.

Selalu Rendah Hati dan Malu Kepada Allah

Meskipun diberikan kekuasaan yang sangat agung dan tak terbatas, hal tersebut tidak membuat Nabi Sulaiman AS sombong sedikit pun. Justru Beliau merasa rendah hati di hadapan makhluk Allah yang lainnya.

Nabi Sulaiman AS merasa malu kepada Allah SWT, karena merasa diberikan karunia, nikmat, dan rezeki yang sangat besar dan melimpah. Sedangkan Beliau merasa bahwa ibadahnya masih kurang.

Keteladanan Nabi Sulaiman inilah yang kemudian patut kita tiru. Bahkan Nabi Sulaiman malu untuk memandang langit, karena merasa malu kepada Allah.

Nabi Sulaiman mau berdialog dengan rakyat-rakyat kecil. Beliau sangat senang berkomunikasi dengan rakyatnya meskipun hanya beberapa ekor semut saja.

Keimanan dan ketaqwaan Nabi Sulaiman kepada Allah sangatlah besar. Karena selalu menjaga kekhusyu’an dalam sholat, Nabi Sulaiman meninggal dalam posisi sedang berdiri sholat.

Senang Bekerja Sebagai Wujud Rasa Syukur

Nabi Sulaiman merupakan salah seorang nabi yang senang bekerja sebagai wujud rasa syukur dan cintanya kepada Allah. Inilah yang kemudian menjadi salah satu keteladanan Nabi Sulaiman.

Kepandaiannya dalam bersyukur ini sudah dijelaskan di dalam kitab suci Al-Qur’an. Dikisahkan, pada suatu ketika Beliau bertanya kepada Allah.

Beliau memohon petunjuk kepada Allah untuk memperlihatkan seseorang yang bisa membuatnya pandai untuk bersyukur. Kemudian Allah memerintah Nabi Sulaiman untuk melihat dua orang yang sedang bekerja keras.

Salah seorang bekerja keras dengan tujuan sekedar mengganjal perut dari kelaparan. Kemudian yang satunya lagi bekerja keras dengan tujuan bersyukur kepada Allah.

Ia tidak termasuk ke dalam orang-orang yang dikatakan pengangguran. Setelah melihat dua orang tersebut, Nabi Sulaiman AS pun berdo’a kepada Allah agar diajari pekerjaan yang membuatnya dapat selalu bersyukur.

Lalu Allah mengajarinya ilmu mengenai menyepuh besi dengan emas. Sehingga Belilaulah menjadi manusia pertama kali yang menyepuh besi dengan emas. Keteladanan Nabi Sulaiman inilah yang perlu kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. (R10/HR-Online)