Selasa, Januari 31, 2023
BerandaBerita BanjarKisah Pilu Dede Sakimin, 10 Tahun Jadi Penjaga Perlintasan Kereta Api di...

Kisah Pilu Dede Sakimin, 10 Tahun Jadi Penjaga Perlintasan Kereta Api di Kota Banjar

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Menjadi seorang penjaga pintu perlintasan kereta api, bagi Dede Sakimin (60), merupakan pekerjaan mulia.

Warga Kelurahan Pataruman RT 01 RW16, Kota Banjar ini sudah  sudah 10 tahun menjadi penjaga rel kereta api di blok Cogreg, Kelurahan Pataruman, Kota Banjar.

Saat diwawancarai HR Online, Minggu (7/6/2020), Dede Sakimin mengatakan, menjadi penjaga pintu perlintasan kereta api adalah pekerjaan mulia karena membantu orang melintas di perlintasan yang belum ada palang pintunya.

“Menjadi penjaga perlintasan kereta api ada suka maupun dukanya,” ujar Dede.

Dede mengaku senang membantu orang yang melintas, karena menghindarkan mereka dari bahaya. Namun dia juga kerap merasa sedih, jika ada pengendara nakal yang 200 rupiah kadang juga 300 rupiah dengan cara dilemparkan.

“Tidak tau apa tujuannya, mereka mau menghina atau memang memberi, tapi hal  itu yang terkadang membuat saya sedih, karena perilaku yang tidak manusiawi dari pengendara,” katanya.

Padahal kata dia, jika ingin ikhlas memberi, berikan saja langsung jangan dilempar seenaknya. Itu akan membuat Dede lebih dihargai sebagai seorang penyelamat nyawa banyak orang yang melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

“Dulu sebelum adanya penjagaan rel kereta api banyak sekali kejadian tabrakan, mobil terseret kereta ap , bahkan hampir setiap hari hal itu terjadi. Tapi sejak adanya penjaga rel ini, alhamdulillah aman dan jarang terjadi lagi,” ungkap Dede.

Sampingan Jadi Tukang Ojek

Selain menjadi penjaga pintu kereta api, Dede pun bekerja sebagai tukang ojek. Karena setiap hari penjaga pintu kereta api bergiliran, membuat Dede sering juga pergi ngojek.

“Ada 9 orang yang jaga rel dan dibagi menjadi 3 shift ada shift pagi, siang, terdiri dari 3 orang setiap shift nya,” jelas ayah dari tiga orang anak ini.

Lebih lanjut Dede Sakimin berharap, PT KAI lebih memperhatikan para penjaga pintu perlintasan rel kereta api dari sisi kesejahteraanya.

“Memang suka ada setahun sekali, tapi kita ingin ada minmal sebulan sekali. Karena kita sudah membantu PT KAI untuk ikut menjaga dan keselamatan masyarakat dari lintasan rel kereta api tanpa palang pintu ini,” pungkasnya. (Aji/R8/HR Online)