Lapisan Atmosfer Bumi Sebagai Pelindung, Apa Saja?

Lapisan Atmosfer Bumi
Ilustrasi Lapisan Atmosfer Bumi. Foto Istimewa

Lapisan atmosfer bumi berupa susunan gas yang letaknya berada paling luar dari planet. Jaraknya dari bumi 0 hingga lebih dari 800 km diatasnya.

Dimana pada lapisan ini mengalami transisi antara pembatas satu dengan yang lainnya. Ini bukan berupa pembatas yang kaku, namun pembatas yang mulainya pelan.

Bukan hanya pelan, namun juga tipis dimana semakin tinggi akan terjadi sebuah proses kimia lain. Sudah banyak sekali studi yang mempelajari mengenai lapisan atmosfer.

Manfaat Lapisan Atmosfer Bumi sebagai Pelindung

Kejadian alam ini bukan hanya terjadi di bumi saja, namun bisa terjadi di luar bumi dengan adanya berbagai proses yang terjadi.

Seperti proses ionisasi, banyaknya muatan listrik, aurora, dan masih banyak kejadian lain. Pasalnya, atmosfer terdiri dari 78 persen nitrogen dan 21 persen adalah oksigen. Sedangkan untuk 1 persen untuk gas lainnya.

Lapisan atmosfer sangat penting untuk perlindungan. Dengan begitu, bisa menopang semua kehidupan makhluk hidup.

Dengan adanya manfaat untuk perlindungan pada kelangsungan hidup, baik manusia, hewan dan tumbuhan, maka lapisan atmosfer bumi ini terdiri beberapa struktur.

Untuk lebih memahami struktur dari lapisan atmosfer beserta fungsinya, anda bisa membaca ulasan berikut sampai akhir.

Troposfer Jarak 0-15 KM

Lapisan ini merupakan yang terdekat dengan permukaan bumi. Dimana ada berbagai macam gas yang mendukung kehidupan, seperti oksigen, nitrogen, karbondioksida, serta hidrogen.

Sekitar 80% gas berada pada lapisan ini. Selain itu, lapisan ini memiliki fungsi untuk mengatur suhu di permukaan bumi agar tidak terlalu panas dan dingin.

Baca juga: Fenomena Galaksi X Menyerupai Bumerang Ganda Bercahaya

Karena lapisan atmosfer bumi ini yang terdekat, maka seluruh peristiwa alam yang terjadi di bumi akan terpengaruh. Misalnya hujan, awan, pelangi, perubahan suhu, angin serta cuaca.

Pemanasan yang akan terjadi pada lapisan troposfer ini dipengaruhi oleh matahari dimana bisa menyebabkan arus konveksi angin.

Setiap naik pada ketinggian 100 meter, maka suhunya akan menurun sampai 0,5 derajat Celcius. Ini disebabkan karena terjadinya penyerapan yang pendek dari matahari yang akan makin berkurang.

Stratosfer Jarak 12-50 KM

Lapisan ini dimulai dari ketinggian 11 dimana semakin tinggi akan semakin naik suhunya. Namun untuk lapisan terbawah dari lapisan ini sangat dingin mencapai -57 derajat Celcius.

Pada lapisan atmosfer bumi tertentu, akan muncul reaksi dari oksigen yang bertemu dengan sinar ultraviolet. Ini dengan disebut lapisan ozon.

Lapisan ini berfungsi untuk menyerap munculnya radiasi UV yang berbahaya menjadi lebih aman untuk kehidupan. Sedangkan di lapisan ini sudah tidak ada lagi awan, debu, atau air yang menguap.

Hanya pesawat khusus yang bisa melintasi lapisan ini untuk menghindari cuaca buruk, namun lapisan ini memiliki hembusan angin yang sangat kencang.

Mesosfer Jarak 50-85 KM

Nah, ini menjadi lapisan atmosfer yang ketiga dimana semakin naik, maka akan terjadi penurunan suhunya. Lapisan mesosfer sangat penting menjaga bumi dari benda luar angkasa. Pasalnya, saat melewati lapisan ini, benda-benda itu akan semakin terkikis dan baku akibat terbakar.

Namun untuk ukuran meteor yang sangat besar, akan menyisakan batuan yang bisa tetap jatuh ke bumi. Proses terbakarnya benda langit ini bisa terlihat dengan jelas pada malam hari.

Sebab, bisa terlihat jejak ekor api yang nampak indah. Biasanya orang mengenal ini dengan bintang jatuh. Lapisan atmosfer bumi ini terbukti penting sebagai pelindung bumi.

Termosfer Jarak 81-500 KM

Lapisan atmosfer keempat ini sering disebut dengan lapisan ionsfer dengan suhu yang sangat tinggi. Dengan suhu yang seperti ini, bisa menyerap radiasi akibat sinar UV. Radiasi UV akan menimbulkan muatan listrik yang bisa memantulkan gelombang radio.

Eksosfer >500KM

Karena lapisan atmosfer jauh dari permukaan, maka gaya gravitasinya juga tidak ada sehingga lapisan molekul akan bergerak dengan cepat.

Lapisan ini menjadi lapisan ruang hampa udara dan menjadi pelindung bumi untuk lapisan luarnya. Lapisan ini menjadi mengerikan karena merupakan lapisan terluar yang akan menghancurkan meteor.

Baca juga: Sifat Gelombang Elektromagnetik dan Manfaatnya untuk Teknologi

Pada lapisan ini, cahaya matahari akan diubah menjadi partikel debu meteoritik. Sedangkan cahaya matahari yang bisa dipantulkan disebut dengan zodiakal. Dimana partikel-partikel debu yang terkandung di dalamnya secara perlahan akan melepaskan keluar angkasa.

Dengan demikian, lapisan atmosfer bumi sering disebut juga dengan disipasister atau ruang yang ada diantara planet dangeostasioner. (R10/HR-Online)