Layanan PA Ditutup, Kasus Perceraian di Kota Banjar Menurun

kasus perceraian di kota Banjar
Kantor pelayanan Pengadilan Agama Kota Banjar. Foto: Aisah/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com).- Kasus perceraian di Kota Banjar yang diajukan ke Pengadilan Agama (PA) Kota Banjar sampai hari ini terbilang menurun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Panitera Muda Hukum, Hj. Yeyen Heryani mengatakan, hingga saat ini kasus perceraian sejak bulan Januari sampai 23 Juni sebanyak 370 perkara. Angka tersebut terbilang menurun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Biasanya, sampai bulan Juni Pengadilan Agama menerima hingga 500 perkara,” katanya  kepada HR Online saat diwawancarai di Kantor Pengadilan Agama Kota Banjar, Rabu (24/6/2020).

Karena, kata Hj Yeyen PA Banjar telah menutup pelayanan ketika masih ramainya Covid-19 yaitu sejak 17 April 202 dan dibuka kembali pada 2 Juni 2020.

Sejak dibuka mulai 2 Juni ini,  kata Yeyen tercatat perkara sebanyak 130 yang terdiri dari 118 perkara gugatan dan 12 perkara permohonan.

“Tidak hanya perceraian saja, tapi yang mengajukan permohonan nikah di bawah usia 19 tahun juga ada,” katanya.

Menurut data, sebanyak 60 persen merupakan perkara cerai gugat dan 40 persen cerai talak. Faktor yang paling dominan mempengaruhi perkara perceraian yaitu faktor ekonomi.

Saat ini Pengadilan Agama Kota Banjar telah membuka kembali pelayanan, sehingga diperkirakan kasus perceraian di Kota Banjar akan bertambah. Apalagi saat ini perkara yang sudah masuk berjumlah ratusan. (Aisah/R7/HR-Online)

Loading...