Manfaat Selai Kacang untuk Kesehatan, Bisa Turunkan Risiko Diabetes

Manfaat selai kacang untuk kesehatan tubuh. Foto: Net/Ist.
Manfaat selai kacang untuk kesehatan tubuh. Foto: Net/Ist.

Manfaat selai kacang untuk kesehatan tubuh, mulai dari menjaga kesehatan jantung hingga menurunkan berat badan. Untuk mendapatkan manfaat selai kacang ini, disarankan kamu mengonsumsinya sesuai porsi.

Oleh karena itu, kamu beruntung jika termasuk orang yang menyukai selai kacang. Mengonsumsi dua sendok makan atau satu porsi standar mengandung 191 kalori.

Menurut ahli diet terdaftar sekaligus pencipta Better Than Dieting, Bonnie Taub-Dix, bahwa sisa nutrisi selai yang terbuat dari kacang-kacangan mengandung 16 gram lemak.

Manfaat selai kacang sangat baik karena mengadung 7 gram protein, 5 gram natrium, 7 gram karbohidrat, 4 gram gula, serta 2 gram serat.

Bonnie Taub-Dix menjelaskan, kacang-kacangan maupun mentega kacang, termasuk selai kacang, bisa mendatangkan kesalahan buruk.

Bahkan, Bonnie Taub-Dix sendiri mengaku kalau selama bertahun-tahun ini dirinya sangat fobia akan gemuk.

Namun, dengan mengonsumsi selai kacang secara rutin bisa membuat perut kenyang. Bisa juga menghentikan kebiasaan ngemil karena tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Manfaat Selai Kacang untuk Kesehatan

Rutin mengonsumsi selai kacang juga bisa menjadi salah satu cara diet jantung lantaran mengandung lemak tak jenuh.

Profesor di Harvard T.H. Chan School of Public Health, Walter Willett, mencatat jenis lemak tak jenuh dapat mengurangi kolesterol dalam darah, serta risiko penyakit jantung.

Bahkan, The American Heart Association juga merekomendasikan untuk mengurangi trans dan asupan lemak jenuh. Lalu diganti dengan dengan lemak tak jenuh.

Selain manfaat selai kacang untuk kesehatan, masih ada sumber lain yang sama-sama baik untuk tubuh. Seperti walnut, alpukat, zaitun, ikan trout, salmon, minyak sayur cair, dan lainnya.

Ahli diet menjelaskan mengenai dosis vitamin B56, vitamin E, potassium, dan magnesium yang dapat diberikan. Selain itu, penelitan juga menemukan hubungannya penyakit jantung samping dan menurunnya risiko diabetes tipe 2.

Namun, sebelum mengonsumsi selai kacang, kamu juga harus ingat membeli jenisnya yang tepat, serta memperhatikan porsi saat mengonsumsinya.

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa, dua sendok makan selai kacang mengandung kurang lebih 200 kalori. Ini berarti takaran porsi yang cocok untuk mengonsumsi sandwich.

Ahli diet terdaftar sekaligus profesor di Northwestern University, Linda V. Van Horn, mengingatkan agar memeriksa dulu label kemasan. Pilih selai kacang yang 0 lemak trans dan gula.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah manfaat sehat lainnya yang bisa didapat dari mengonsumsi selai kacang.

Menjaga Kesehatan Jantung

Selai kacang memiliki kandungan zat asam p-coumaric. Zat ini membantu mengimbangi kerusakan yang dilakukan sel-sel, terkait dengan kardiovaskular.

Selain itu, selai kacang juga memiliki banyak kandungan lemak tak jenuh dibanding lemak jenuh. Sehingga, selai kacang merupakan makanan ramah lemak yang sangat baik untuk membantu turunkan risiko serangan jantung dan jantung koroner.

Menurunkan Risiko Kanker

Manoj K. Ahuja, dari Rumah Sakit Sukhda, menyebutkan, konsumsi diet yang kaya akan vitamin E dapat menurunkan risiko kanker. Seperti kanker usus besar, perut, hati, paru-paru, dan lainnya.

Menurunkan Risiko Diabetes

Manfaat selai kacang untuk kesehatan juga mampu membantu mengurangi risiko terkena penyakit diabetes. Kacang maupun selai kacang sudah terbukti secara positif dapat memengaruhi kontrol gula darah.

Dalam Journal of American Medical Association memuat hasil sebuah penelitian yang menyarankan makan selai kacang sekitar dua sendok makan. Konsumsi setidaknya 1 minggu 5 hari bisa mengurangi hampir 30 persen risiko diabetes. Terutama diabetes tipe 2.

Mencegah Batu Empedu

Penelitian juga menyebutkan , manfaat selai kacang untuk kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah sedang dapat mengurangi 25 persen risiko terkena penyakit batu empedu.

Sebab, kebanyakan batu empedu merupakan batu kolesterol. Ini kaitannya dengan tingginya tingkat kolesterol jahat.

Kacang tanah punya kemampuan menurunkan kolesterol jahat (LDL), serta meningkatkan kolesterol baik (HDL). Sehingga dapat mengurangi kemungkinan berkembangnya batu empedu.

Melindungi dari Penyakit Alzheimer dan Neurodegeneratif Lainnya

Kacang merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan niacin tinggi. Banyak orang mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan niacin, seperti vitamin B3.

Kandungan Niacin dalam selai kacang dapat membantu pemulihan kerusakan pada sel otak, dan memberi perlindungan terhadap penyakit tersebut.

Selain itu, kandungan zat asam p-coumaric yang terdapat dalam selai kacang juga berfungsi untuk melawan stres oksidatif di dalam sel-sel tubuh. Hal ini terkait penyakit neurodegeneratif atau penyakit yang ada kaitannya dengan otak.

Meningkatkan Kekuatan Tulang

Manfaat selai kacang untuk kesehatan karena kandungan kalsium dan zat besi yang tinggi di dalamnya. Kandungan zat tersebut sangat penting untuk membawa oksigen dalam darah, serta mendorong tulang agar sehat dan kuat.

The Orthopaedic Group, P.C, menyarankan untuk memasukan protein sehat ke dalam diet harian kamu. Seperti selai kacang yang merupakan pilihan baik guna mempertahankan kesehatan tulang yang kuat.

Kebutuhan Gizi Tinggi

Mengonsumsi selai kacang dengan porsi dua sendok makan memiliki kandungan 8 gram protein lebih, 2 gram serat makanan, dan 208 miligram potasium. Terdapat pula kandungan zat besi setengah gram lebih, 24 mikromilligram folat, 3 gram gula, dan 188 kalori.

Menurunkan Berat Badan

Manfaat selain kacang untuk kesehatan lainnya yaitu dapat menurunkan berat badan. Per porsinya 180 sampai 210 kalori. Ini menjadikan selai kacang dikategorikan sebagai makanan diet yang kontra-intuitif.

Manfaat selai kacang untuk kesehatan juga bisa menurunkan berat badan. Selai kacang diketahui punya kombinasi 2,6 gram serat per porsi, serta 7-8 gram protein per porsi.

Inilah yang membuat perut akan terasa kenyang dalam waktu lama. Dengan begitu, makanpun nantinya tidak akan terlalu banyak. (Eva/R3/HR-Online)