Masjid Pertama yang Dibangun Rasulullah, Masjid Quba Sarat dengan Sejarah Islam

masjid pertama yang dibangun rasulullah
Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW. Foto: Ist/Net

Masjid pertama yang dibangun Rasulullah adalah masjid Quba pada 8 Rabiul Awal, 1 Hijriyah. Masjid ini berada di sebelah tenggara Kota Madinah atau 5 km dari masjid Nabawi.

Masjid Quba ialah salah satu tempat ibadah yang memiliki sejarah cukup dekat dengan Nabi Muhammad SAW.

Hal ini dikarenakan masjid Quba didirikan sendiri Nabi Muhammad ketika Beliau hijrah dari Makkah ke Madinah.

Baca Juga: Ibadah Haji 2020 Batal, Terjadi untuk yang Kesekian Kali dalam Sejarah

Waktu itu, Nabi Muhammad SAW singgah di Madinah selama empat hari serta disambut sangat meriah oleh para penduduk Madinah.

Masjid Pertama yang Dibangun Rasulullah

Masjid Quba berada di selatan Madinah merupakan masjid terbesar serta terpopuler kedua di kota tersebut setelah Masjid Nabawi.

Lokasi berdirinya masjid Quba ini tepatnya di tepi Madinah. Saat itu Rasulullah SAW baru saja selesaikan perjalanan hijrahnya yang dimulai dari Kota Makkah.

Ketika singgah di Madinah, Beliau memerintahkan untuk membangun sebuah masjid yang di beri nama masjid Quba.

Sejarah Masjid Quba, Masjid Pertama yang Dibangun Rasulullah

Selain menjadi masjid pertama dan terbesar, masjid Quba banyak menyimpan sejarah Islam.

Dikatakan oleh seorang penulis bernama Saphire Hamwi dalam bukunya yang berjudul “Negara-Negara Leksikon” bahwa masjid Quba pada awalnya dikelilingi oleh sebuah desa yang memiliki nama seperti nama masjid tersebut.

Desa itu dihuni oleh para suku Bani Amr Bin Auf. Dalam perjalanannya ke Madinah, Nabi Muhammad SAW mengunjungi rumah Bani Amr Bin Auf yang akhirnya membangun sebuah masjid di daerah tersebut dengan diberi nama masjid Quba.

Masjid pertama yang dibangun Rasulullah ini didirikan pada 8 Rabiul Awwal yakni 23 September 622 Masehi. Masjid ini dibangun di atas kebun kurma yang seluas 1.200 meter persegi.

Selanjutnya, masjid Quba direnovasi yang hingga saat ini memiliki luas mencapai 5.860 meter persegi yang bisa menampung hingga 20 rb jama’ah.

Hal yang menarik dari pembangunan masjid Quba adalah Rasulullah terlibat langsung membawa bahan-bahan bangunan. Pada saat itu, badan Baginda Rasulullah dipenuhi pasir dan debu.

Bangunan Masjid Quba

Masjid pertama yang dibangun Rasulullah ini memiliki bentuk bangunan yang sederhana. Meskipun demikian, masjid Quba dianggap sebagai contoh bentuk dari beberapa masjid yang dibangun di kemudian hari. Bangunan masjid Quba nampak terlihat sangat bersahaja.

Bangunan masjid ini telah memenuhi syarat-syarat penting dalam pendirian sebuah masjid. Masjid Quba telah memiliki ruang dengan bentuk persegi empat serta berdinding di sekelilingnya.

Masjid Quba memiliki 19 pintu dengan 3 pintu utama. Dua dari pintu utama tersebut dibuka untuk para jama’ah pria serta 1 pintu utama untuk para jama’ah wanita.

Pada bagian utara dibuat serambi sebagai tempat beribadah yang tiangnya berasal dari pohon kurma. Masjid Qubah kala itu beratap datar yang terbuat dari pelepah serta daun kurma dan bercampurkan tanah liat.

Di tengah-tengah terdapat ruang terbuka yang berada di dalam masjid yang disebut dengan sahn. Di dalam ruang terbuka tersebut terdapat sumur yang digunakan untuk mengambil air wudhu serta sebagai tempat berwudhu.

Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dibangun Rasulullah dimana kebersihannya selalu terjaga, cahaya matahari serta udara dapat masuk secara leluasa.

Kehebatan Masjid Qubah

Sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS At Taubah ayat 108, menyebutkan mengenai kehebatan masjid Quba yang mana sebagai berikut:

لَا تَقُمْ فِيْهِ اَبَدًاۗ لَمَسْجِدٌ اُسِّسَ عَلَى التَّقْوٰى مِنْ اَوَّلِ يَوْمٍ اَحَقُّ اَنْ تَقُوْمَ فِيْهِۗ فِيْهِ رِجَالٌ يُّحِبُّوْنَ اَنْ يَّتَطَهَّرُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِيْنَ

lā taqum fīhi abadā, lamasjidun ussisa ‘alat-taqwā min awwali yaumin aḥaqqu an taqụma fīh, fīhi rijāluy yuḥibbụna ay yataṭahharụ, wallāhu yuḥibbul-muṭṭahhirīn.

Artinya:

“Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih”.

Seperti yang disebutkan dalam Sahih Bukhari, Baginda Rasulullah SAW terbiasa mengunjungi masjid Quba dengan berjalan kaki. Abdullah bin Umar juga biasa mengikuti sunnah Rasulullah tersebut.

Keistimewaan lain dari masjid pertama yang dibangun Rasulullah disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan Tirmidzi RA. Dalam hadist tersebut disebutkan bagi orang yang melakukan sholat di masjid Quba sama pahalanya dengan melaksanakan umrah. (R10/HR-Online)