Mau Lolos Daftar Kartu Pra Kerja? Begini Caranya!

Mau Lolos Daftar Kartu Pra Kerja, Begini Caranya!
Mau lolos daftar kartu pra kerja, begini caranya. Foto:Ist/Net

Mau lolos daftar kartu pra kerja, begini caranya. Meski pemerintah belum resmi membuka pendaftaran kartu pra kerja gelombang 4, tidak ada salahnya bagi pendaftar agar belajar terlebih dahulu sebelum mengikuti pendaftaran.

Mengapa mesti belajar dulu? Ya, tentunya agar nanti ketika kamu daftar bisa lolos dan mendapatkan kartu pra kerja. Seperti diketahui, pendaftar kartu pra kerja selama 3 gelombang sudah mencapai 8 juta orang.

Namun, pemerintah meloloskan peserta secara bertahap per gelombangnya. Hingga gelombang ke 3, pemerintah Indonesia sudah menerima sekitar 680.256 peserta Kartu Prakerja. Meski demikian, belum semua peserta menerima insentif program tersebut.

Rencananya, pemerintah akan terus membuka pendaftaran kartu pra kerja hingga bulan November 2020 nanti. Tak tanggung-tanggung, pemerintah akan memberikan program ini untuk 5,6 juta warga Indonesia. Masih banyak kesempatan kan? Makanya jika mau lolos daftar kartu pra kerja, ikuti langkah-langkahnya dengan benar.

Syarat Lolos Daftar Kartu Pra Kerja

Syarat lolos administrasi kartu pra kerja ada tiga, yakni Warga Negara Indonesia (WNI), berusia minimal 18 tahun ketika mendaftar dan tidak sedang menempuh pendidikan formal.

Adapun cara daftar kartu pra kerja sebagai berikut:

Sebelum daftar kartu pra kerja, kamu mesti memiliki akun pra kerja dengan menggunakan email atau nomor ponsel. Cara membuat akunnya sebagai berikut:

1. Buat Akun Pra Kerja

– Kamu mesti masuk ke webiste resmi prakerja.go.id

– Klik menu Daftar Sekarang

– Masukan nama lengkap sesuai dengan KTP, dan masukan juga email dan passwordnya

– Setelah itu, cek email kamu untuk konfirmasi akun

– Jika konfirmasi akun berhasil dilakukan, kamu masuk lagi ke website prakerja.go.id

2. Daftar Kartu Pra Kerja

– Setelah memiliki akun, kamu masuk lagi ke www.prakerja.go.id

– Klik Login lalu masukan alamat email dan password yang kamu daftarkan

– Kemudian isi verifikasi KTP dengan memasukan nomor induk kependudukan (NIK) dan tanggal lahir

– Isi lengkap data diri kamu

– Langkah berikutnya, unggah foto KTP dan foto selfie kamu tengah memegang KTP

– Selanjutnya, isi verifikasi nomor telepon dan dapatkan SMS kode OTP, lalu masukan saat verifikasi. Langkah selanjutnya agar kamu lolos daftar kartu pra kerja adalah mengikuti tes kemampuan dasar.

3. Mengikuti Tes Kompetensi

Selesai melakukan pendaftaran kartu pra kerja, kamu mesti mengikuti tes kompetensi secara online. Ada 18 soal yang harus kamu isi dengan waktu 25 menit. Jika sudah selesai mengisi soal, tunggu sampai hasil evaluasi keluar.

Jika kamu lolos tes, kamu akan mendapatkan balasan notifikasi atau pemberitahuan selamat lolos kartu pra kerja.

4. Ikuti Pelatihan Pra Kerja

Jika kamu dinyatakan lolos kartu pra kerja, langkah selanjutnya yakni mengikuti pelatihan secara online. Pelatihan ini mesti kamu lakukan agar kamu bisa mendapatkan insentif pra kerja. Selain mendapatkan insentif, kamu juga mendapatkan sertifikat elektronik.

Dalam berita sebelumnya, Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky menyebut, bagi pendaftar yang ingin lolos daftar kartu pra kerja, mesti memperhatikan berbagai hal dalam pendaftaran sedetail mungkin.

Kesalahan yang kerap dilakukan pendaftar yakni proses unggah foto. Kualitas foto selfie harus benar-benar diperhatikan agar bisa lolos dalam pendaftaran.

Banyak peserta tak lolos karena kualitas foto selfienya kurang bagus seperti, gelap, miring ataupun ngeblur. Bisa juga pendaftaran menggunakan aksesoris seperti topi dan kacamata saat berselfi. Hal tersebut akan membuat pendaftar gagal lolos dalam pendaftaran kartu pra kerja.

Nah itulah beberapa langkah dan tata cara agar kamu lolos daftar kartu pra kerja. Kendati saat ini pendaftaran kartu pra kerja gelombang 4 belum resmi dibuka, namun tidak ada salahnya belajar lebih dulu. Rencananya, pemerintah akan terus membuka pendaftaran kartu pra kerja hingga bulan November 2020 nanti. Tak tanggung-tanggung, pemerintah akan memberikan program ini untuk 5,6 juta warga Indonesia. (Jujang/R8/HR Online)