Menteri Koperasi Tegaskan Pembiayaan UKM Harus Mendidik dan Ramah

Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki, saat meninjau proses bisnis usaha simpan pinjam di Koperasi Syariah bmt itQan, Kota Bandung, Sabtu (20/06/2020). Foto: Humas Jabar.
Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki, saat meninjau proses bisnis usaha simpan pinjam di Koperasi Syariah bmt itQan, Kota Bandung, Sabtu (20/06/2020). Foto: Humas Jabar.

Berita Jabar (harapanrakyat.com),- Pembiayaan UKM harus mendidik dan ramah. Hal itu ditegaskan Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki, saat meninjau proses bisnis usaha simpan pinjam di Koperasi Syariah bmt itQan, Kota Bandung, Sabtu (20/06/2020).

Kedatangan Menteri Koperasi yang didampingi Sekda Jabar, Setiawan Wangsaatmaja, di koperasi tersebut sekaligus juga dalam rangka Penyerahan Persetujuan Pembiayaan Dana Bergulir LPDB-KUMKM.

Dalam kesempatan itu, Menteri Koperasi, Teten Masduki, mengatakan bahwa para pelaku usaha mikro serta ultra mikro sangat butuh kehadiran koperasi. Sehingga, koperasi harus bisa memahami kebutuhan setiap anggota dalam menjalankan usahanya.

Terpenting, koperasi harus memberi kemudahan pada pelaku UKM serta anggota koperasi, khususnya untuk mendapatkan akses pembiayaan. Selain itu, akses pembiayaan UKM harus mendidik dan ramah.

“Koperasi ataupun BMT harus bisa menjadi solusi untuk masalah keuangan para anggotanya, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan juga ultra mikro. Karena mereka membutuhkan pembiayaan yang gampang diakses,” tandas Teten.

Menurut pengamatan Menteri Koperasi, hal tersebut penting, sebab masih ada para pelaku usaha mikro maupun ultra mikro terjerat rentenir.

Oleh karena itulah, koperasi harus ada di tengah-tengah para pelaku usaha kecil dan juga menengah, serta pembiayaan UKM harus mendidik dan ramah.

“Koperasi harus menjadi lembaga keuangan yang betul-betul kredibel dan memahami problem masyarakat,” katanya.

Teten juga mencontohkan, seperti halnya di pasar-pasar tradisional, saat para pedagang butuh modal, maka yang kerap hadir adalah rentenir.

Menurutnya, rentenir sangat paham akan kebutuhan modal para pelaku usaha atau pedagang di pasar tradisional. Untuk menangkal fenomena itu, maka tugas koperasi dan juga BMT harus menjadi solusi dengan memberikan kemudahan dalam pembiayaan UKM yang mendidik dan ramah. jadi, koperasi maupun BMT harus masuk di situ.

Bukan hanya itu, Teten juga mendorong koperasi dan semua anggotanya supaya masuk ke berbagai sektor unggulan. Seperti komoditas pangan, perkebunan, perikanan, dan lainnya. “Koperasi harus konsolidasi masuk ke berbagai sektor unggulan,” tandas Teten.

LPDB Dukung Pembiayaan UKM

Pada kesempatan yang sama, Dirut LPDB-KUMKM, Supomo, menjelaskan, LPDB (Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir) menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 5 miliar kepada BMT itQan sebagai koperasi simpan pinjam syariah.

Ia juga mengatakan bahwa, menurut penilaian LPDB, BMT itQan adalah koperasi syariah yang memiliki kinerja baik.

Koperasi tersebut telah melakukan langkah relaksasi terhadap anggotanya yang usahanya ikut terdampak pandemi Covid-19. Yakni dengan menangguhkan pembayaran angsuran pinjaman beserta bunganya selama kurang lebih 6 bulan.

“Oleh sebab itu, pemerintah melalui LPDB-KUMKM hadir mendukung BMT itQan agar bisa terus mengayomi semua anggotanya. Serta bisa survive di tengah penerapan kebijakan PSBB,” ujar Supomo.

Sementara itu, Sekda Jabar, Setiawan Wangsaatmaja, mengharapkan program yang digulirkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI, beserta jajaran terkaitnya mampu menjadi stimulus untuk memulihkan kembali ekonomi di masa pandemi ini.

“Kita harapkan semuanya dapat berjalan baik, dan semua pelaku KUMKM bisa segera pulih,” harapnya.

Setiawan menambahkan, dengan adanya dukungan dari LPDB-KUMKM, diharapkan semua KUMKM yang dinilai layak bisa mendapatkan kemudahan dalam mengakses pembiayaan/pinjaman dana bergulir, serta bisa lebih murah. (Eva/R3/HR-Online)