Pasca Lebaran Pemohon AK1 di Kota Banjar Membludak

Pasca Lebaran Pemohon AK1 di Kota Banjar Membludak
Para pencari kerja saat antri membuat kartu AK1 di Kantor Disnaker Kota Banjar. Foto: Istimewa.

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Pasca libur Lebaran Idul Fitri 1441 H dan berakhirnya tahun ajaran baru atau kelulusan sekolah tahun 2020, pemohon kartu pencari kerja (AK1) di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Banjar, membludak.

Kepala Seksi Penempatan Kerja Disnakertrans Kota Banjar, Hera Rahmatin Barokah, menyebutkan, sampai saat ini rata-rata pemohon AK1 mencapai 80 orang per hari. Jumlah tersebut meningkat hingga empat kali lipat dibanding hari-hari biasa sebelum libur Lebaran.

“Biasanya hanya 20-30 orang per hari. Namun setelah Lebaran ada peningkatan hingga empat kali lipat. Hari ini saja ada 70 orang yang mendaftar,” terangnya, kepada HR, Selasa (02/06/2020).

Menurut Hera, membludaknya jumlah pemohon kartu kuning pasca Lebaran sudah biasa terjadi. Karena, setelah Lebaran dan berakhirnya tahun ajaran baru, masyarakat biasanya akan mencari pekerjaan.

Adapun darha tujuan dari pembuat AK1 ini rata-rata memilih di kota besar seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Hanya beberapa saja yang memilih mencari kerja di Kota Banjar.

“Kebanyakan didominasi anak-anak sekolah yang baru lulus. Rata- rata mereka tujuannya ke Jabodetabek, karena selain pengalaman, UMR-nya juga tinggi,” ujarnya.

Lanjut Hera, sebagai antisipasi membludaknya para pembuat AK1, pihak Disnaker Kota Banjar kini sudah menambah ketersediaan blanko agar pelayanan dapat berjalan maksimal.

Namun, pembuatan AK1 masih dilakukan secara manual, belum membuka layanan secara online. Hal itu disebabkan adanya gangguan sistem dari pusat, dan gangguan itu tidak hanya terjadi di Kota Banjar, tapi juga di daerah kabupaten/kota yang lain.

Hera menambahkan, mengingat saat ini masih dalam masa pandemi, selain meminta AK1, para pencari kerja juga diberikan arahan agar membawa surat keterangan sehat dan dokumen pelengkap dari kelurahan/desa masing-masing.

“Untuk ketersediaan blanko sudah mencukupi, cuma para pembuat AK1 kami sarankan menambah dokumen lain seperti surat keterangan sehat. Karena saat ini masih dalam situasi PSBB,” pungkasnya. (Muhlisin/Koran HR)