Sosialiasi Tatanan New Normal, Pemkab Pangandaran Ikuti Kompetisi Inovasi Daerah

Sosialiasi Tatanan New Normal, Pemkab Pangandaran Ikuti Kompetisi Inovasi Daerah
Kabid Ekonomi dan Litbang Bappeda Pangandaran, Maman. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com).- Dalam rangka mensosialisasikan tatanan normal baru ditengah pandemi covid-19, Pemkab Pangandaran siap mengikuti kompetisi inovasi daerah yang digelar oleh Kementrian PANRB bersama Kemendagri.

Dalam kompetisi tersebut peserta memperebutkan hadiah insentif daerah berupa juara pertama mendapatkan sebanyak Rp 3 miliar, juara kedua Rp 2 miliar dan juara ketiga Rp 1 miliar yang akan diumumkan pada 26 Juni 2020 mendatang.

Kompetisi ini dilakukan juga sebagai ajang sosialisasi penerapan new normal life di tujuh sektor, seperti pasar tradisional, pasar modern, restoran, hotel, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), tempat wisata, dan transportasi umum yang melibatkan banyak orang dengan standar penerapan protokol kesehatan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pangandaran melalui Kabid Ekonomi dan Litbang, Maman mengatakan, berdasarkan tindaklanjut hasil dari zoom meeting dengan Kemendagri pada Senin (8/6/2020), pihaknya menyatakan siap dalam kompetisi tersebut.

“Kita akan sosialisasikan tatanan normal baru ini di 7 sektor itu, khususnya di sektor wisata yang merupakan andalan kita,” kata Maman, Selasa (9/6/2020).

Dalam kompetisi tersebut, di antaranya dengan membuatkan dokumentasi berupa video yang menggambarkan sosialiasasi penerapan new normal di berbagai daerah sesuai protokol kesehatan.

Kompetisi Inovasi Daerah Dinilai Sampah 15 Juni 2020

Masih menurut Maman, kompetisi inovasi daerah tersebut akan dinilai sampai 15 juni 2020 dengan durasi video 2 menit, dan diumumkan pemenangnya pada tanggal 26 Juni oleh Kemendagri.

“Nanti akan ditonton oleh banyak orang, dan mudah-mudahan harapan kita semua pengunjung aman, kita pun aman,” ujar Maman.

Maman menjelaskan, untuk kriteria penilaian tersebut diambil dari kesesuaian protokol Covid-19 yang direplikasi atau menjadi model aplikasi yang ditiru oleh daerah lain. Selain itu, kreativitas, kerjasama dan kolaborasi Forkopimda, sektor usaha dan masyarakat juga menjadi penilaian dalam lomba ini.

“Tim penilai dalam lomba ini tentunya dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian PANRB, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Gugus Tugas Covid-19,” papar Maman.

Masih dikatakan Maman, Kemenristek Kemendagri juga meluncurkan program Inovasi Daerah, yakni Daya saing daerah berbasiskan data. Artinya semakin banyak inovasi yang dibuat maka akan menaikkan daya saing sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) kabupaten Pangandaran masuk dalam kategori sedang, artinya dinilai 3,55 penilaian tahun 2019, lalu kategori masuk maju tingkat Kabupaten/kota dan perbatasan. Mudah-mudahan kita masuk kriteria penilaian tersebut,” pungkas Maman. (Mad/Koran HR)

Loading...