Perampok Nyamar Jadi Petugas PLN Gasak Perhiasan Warga Ciamis

Perampok Nyamar Jadi Petugas PLN
Ny. Ade Jaja, warga Dusun Ciwahangan, Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, yang menjadi korban perampokan, saat memperlihatkan tempat penyimpanan emas setelah digasak oleh perampok. Foto: Fahmi/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Perampok nyamar jadi petugas PLN beraksi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (29/06/2020) siang. Meski di siang bolong, dua orang perampok ini nekad melancarkan aksinya di rumah Ade Jaja, warga Dusun Ciwahangan, Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.

Dengan modus sebagai petugas PLN, kedua perampok yang menggunakan sepeda motor itu berhasil menggasak perhiasan korban senilai Rp. 10 juta. Dalam kejadian ini pelaku mengeluarkan ancaman saat memaksa korban untuk keluar dari rumahnya.

Kronologi Perampok Nyamar Jadi Petugas PLN di Ciamis  

Menurut istri Ade Jaja, saat ditemui di rumahnya, Senin (29/06/2020), kejadian ini bermula ketika dirinya kedatangan dua orang pria bertubuh gempal dan mengaku sebagai petugas PLN. Tanpa permisi, kedua orang itu langsung masuk ke rumah korban dan mengaku sebagai petugas PLN.

“Waktu itu saya kaget. Kok ada orang tanpa permisi masuk ke dalam rumah. Kemudian saya bertanya maksud kedatangannya. Mereka mengaku dari petugas PLN dan akan membetulkan instalasi listrik yang rusak,” katanya.

Karena merasa tidak memanggil petugas PLN dan juga tidak ada kerusakan listrik di rumahnya, kemudian Ny. Ade meminta keduanya untuk keluar rumah. Namun tanpa diduga perampok yang nyamar jadi petugas PLN ini malah memaksa korban untuk keluar dari rumahnya.

“Saya waktu itu terkejut. Kok ada orang tiba-tiba masuk ke dalam rumah dan langsung menghidupkan semua saklar listrik. Jelas saya protes karena tidak merasa memanggil petugas PLN,” katanya.

Saat dirinya sudah dipaksa ke luar rumah, lanjut dia, kemudian salah satu perampok berdiri di depan pintu dan mengancam jangan masuk ke dalam rumah. “Waktu itu saya ketakutan dan tidak berani berteriak. Karena mereka melakukan ancaman,” ujarnya.

Tak lama kemudian, lanjut Ny. Ade, kedua perampok itu dengan cepat meninggalkan rumahnya dan kabur dengan menggunakan sepeda motor.

“Setelah mereka pergi kemudian saya memeriksa isi rumah. Ternyata perhiasan yang disimpan di lemari plastik sudah raib. Yang tersisa hanya cepuk atau tempat penyimpanan emas,” ujarnya.

Ny. Ade pun mengaku tidak mengenal kedua perampok yang nyamar jadi petugas PLN tersebut. Menurutnya, kedua perampok tersebut merupakan orang asing atau bukan warga sekitar.

TCL

Meski menjadi korban perampokan, namun korban belum melapor ke pihak kepolisian. Dia hanya pasrah dan menganggap kejadian tersebut sebuah musibah. (R2/HR-Online)

Loading...