Perjalanan Pesawat Luar Angkasa Galileo

Pesawat Luar Angkasa Galileo
Pesawat Luar Angkasa Galileo yang memiliki misi ke Planet Jupiter. Foto: Net/Ist

Pesawat luar angkasa Galileo merupakan kendaraan tanpa awak yang berhasil keluar dari bumi. Pesawat luar angkasa ini menjelajah dengan jarak sangat jauh.

Nama galileo diberikan berdasarkan nama seorang astronom yang merupakan perintis Renaisanse, yaitu Galileo Galilei.

Galileo diluncurkan oleh badan antariksa amerika serikat, NASA untuk melakukan eksplorasi di luar angkasa sampai jarak terjauh.

Tujuan galileo adalah planet nomor lima dari matahari, yakni Jupiter dan berhasil mencapai tujuannya dengan menempuh perjalanan selama 6 tahun.

Perjalanan Pesawat Luar Angkasa Galileo

Proyek peluncuran pesawat ini bermula dari rekomendasi penyelidikan terhadap atmosfer yang akan menjelajahi atmosfer Jupiter dari berbagai pihak.

Di mana informasi yang ada sebelumnya menyebutkan jika atmosfer pada planet tersebut memiliki tingkat tekanan tinggi hingga 100 kali lebih besar dari bumi.

Proses awal proyek penyelidikan tersebut diawali dengan disetujuinya Jupiter Orbited Probe dalam misinya menuju planet terbesar kelima oleh kongres AS pada tahun 1977.

Pembangunan pesawat pun dilakukan. Jenis bahan yang digunakan untuk membuat pesawat adalah sejenis besi brilium yang sangat ringan.

Kemudian, pesawat luar angkasa galileo meninggalkan bumi dan memulai penjelajahannya ke luar angkasa pada 18 Agustus 1989.

Perjalanan luar angkasa ini dibantu oleh lintasan gravitasi bumi dan venus sehingga dapat mengantarkan galileo ke planet Jupiter dan berhasil sampai pada 7 Desember 1995.

TCL

Sejarah Proyek Besar Luar Angkasa

Pada proyek penelitian ini, orang yang dipekerjakan untuk mensukseskan penelitian sangatlah banyak yakni hingga 10.000 orang.

Meskipun jumlah sebenarnya tidak bisa dipastikan, tetapi lebih dari itu telah dipekerjakan untuk galileo sejak dimulainya proyek tersebut.

Banyaknya pekerjaan dalam proyek ini membuat jumlah tersebut masih terbilang kurang, galileo sendiri memiliki tiga stasiun dengan jarak yang sama di bumi.

Setiap stasiun diharuskan mampu berkomunikasi dengan pesawat ruang angkasa galileo meskipun bumi sedang berotasi.

Selain itu, galileo dipantau menggunakan Deep Space Network yang Antenanya tersebar di beberapa daerah seperti Canberra Australia, Goldstone dekat Barstow California dan dekat Madrid Spanyol.

Baca juga: Foto Planet Jupiter Paling Detail, Banyak Fakta Terungkap

Penemuan Galileo dari Perjalanannya

Penelitian sukses mencapai Jupiter meskipun sempat mengalami beberapa masalah teknis dari antenna utamanya.

Pesawat luar angkasa galileo berhasil bertemu dengan flyby yang merupakan asteroid pertama dari 951 Gaspra.

Selain itu, penelitian tanpa awak ini berhasil menemukan bulan asteroid yang kemudian diberi nama Dactyl sekitar 243 Ida pada tahun 1994.

Kemudian, sebelum sampai ke Jupiter galileo juga berhasil mengamati tabrakan komet dengan Jupiter yang bernama Comet Shoemaker – Levy 9.

Sesampainya di Jupiter, penelitian dilakukan selama 8 tahun dan berhasil menemukan beberapa informasi tentang planet tersebut.

Pertama, galileo berhasil mencatat komposisi dari lapisan udara serta awan anomia yang kemungkinan tercipta dari sebuah arus keluar yang berasal dari kedalaman atmosfer lebih rendah.

Selanjutnya, vulkanisme dan plasma yang berinteraksi dengan lapisan udara Jupiter juga berhasil dicatat.

Semua data yang berhasil dikumpulkan ternyata mendukung teori samudera cair di bawah permukaan es Eropa.

Akhirnya proyek penerbangan pesawat luar angkasa galileo dihentikan pada tahun 2003 dengan menjatuhkan wahana tersebut ke Jupiter dengan kecepatan tinggi. (Muhafid/R6/HR-Online)

Loading...