Petani di Kawali Ciamis Beralih Tanam Jagung, Ini Alasannya

Petani ciamis Beralih Tanam Jagung
Petani di Dusun Sukahurip, Desa Talagasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, beralih tanam jagung. Foto : istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Memasuki masa tanam kedua pasca panen padi, para petani di Dusun Sukahurip, Desa Talagasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, beralih tanam jagung.

Alasan para petani tidak kembali menanam padi, dikarenakan saat ini merupakan masa pergantian musim, yaitu dari penghujan ke musim kemarau.

Kepala Dusun Sukahurip, Dede Megiana, mengatakan, curah hujan diprediksikan akan berkurang, yang akan berpengaruh terhadap perkembangan tanaman. Sehingga para petani lebih fokus menanam jagung.

“Maka pada masa tanam kedua para petani beralih tanam jagung,” katanya kepada HR Online, Sabtu (13/06/2020). 

Dede menambahkan, setelah memanen padi pada masa tanam pertama dan langsung menanam jagung, karena adanya kekhawatiran pasokan air yang akan berkurang.

“Namun berkurangnya curah hujan, malah tanaman jagung akan lebih subur,” terangnya. 

PPL Desa Talagasari, Andri, menyarankan, sawah yang terindikasi bakal kekurangan air, diharapkan tidak terlalu memaksakan menanam padi sawah.

Menurutnya, alternatif lain bisa menanam tanaman yang tidak terlalu banyak membutuhkan air. Seperti tanam jagung, kacang kedelai, kacang tanah dan lain sebagainya.

Sebab, adanya pergantian musim sangat berpengaruh, dikarenakan curah hujan tidak akan seperti masa tanam pertama.

“Alternatif para petani menanam jagung merupakan solusi tepat,” katanya.

Andri menambahkan, luas sawah yang saat ini ditanami jagung 350 bata. Para petani menanam jagung jenis hibrida.

“Namun sebelum ditanami jagung, lahan tersebut ditanami ubi jalar atau tumpangsari,” pungkasnya. (Edji/R5/HR-Online)